Foto udara permukiman penduduk yang terisolasi akibat banjir di Desa Napai, Woyla Barat, Aceh Barat, Aceh, Jumat (28/11/2025). Data Pusdalops BPBD Aceh Barat mencatat bencana banjir yang disebabkan tingginya intensitas hujan dan meluapnya sungai krueng Woyla dan sungai Meureubo terus meluas dari 58 desa terendam menjadi 64 desa yang tersebar di 10 Kecamatan dengan rincian 3.725 kepala keluarga atau 7.418 terdampak.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan belum berencana menetapkan status bencana nasional terhadap banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Ia memastikan terus melakuan pemantauan terhadap perkembangan bencana yang telah merenggut seraturan nyawa tersebut.
“Kita terus monitor. Kita kirim bantuan terus, nanti kita melihat kondisinya,” kata Prabowo usai menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Diberitakan sebelumnya, sejumlah legislator mendesak Prabowo untuk segera menetapkan status bencana nasional atas musibah banjir besar yang melanda banyak provinsi di Sumatera. Penetapan status bencana nasional disebut dinantikan oleh masyarakat, khususnya para korban yang kini menghadapi kondisi yang semakin parah.
“Jika tidak segera ditetapkan sebagai bencana nasional, saya khawatir jumlah korban akan terus bertambah. Dengan kerendahan hati, saya meminta dan mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan status tersebut,” kata Anggota DPR RI M. Nasir Djamil di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 164 orang meninggal dunia akibat bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) hingga Jumat (28/11/2025) malam. Tak hanya itu, sebanyak 79 orang masih dinyatakan hilang.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dampak bencana paling besar terjadi di wilayah Sumut. Ia menyebutkan, total ada 116 korban meninggal dunia dan 42 orang hilang.
Laporan korban itu berasal dari beberapa wilayah, di antaranya Tapanuli Utara sebanyak 11 orang, Tapanuli Tengah 51 orang, Tapanuli Selatan 32 orang, Kota Sibolga 17 orang, Humbang Hasundutan enam orang, Kota Padang Sidempuan satu orang, serta Pakpak Barat dua orang.
“Per hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 dan 42 masih dalam pencarian. Tentu saja data ini akan berkembang terus masih ada titik-titik yang belum ditembus. Yang diindikasikan di lokasi longsor itu mungkin juga ada korban jiwa,” kata Suharyanto melalui keterangannya, Jumat malam.

3 hours ago
1






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344879/original/037827700_1757495713-Kota_Semarang.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3087369/original/022284700_1585354349-Ilustrasi_Kuliner.jpg)