Iran Diserang, Bahlil: Harga BBM Belum Naik

1 hour ago 2

Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran , 1 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan belum ada rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang mengganggu distribusi minyak global. Bahlil menyampaikan, hingga rapat terakhir Dewan Energi Nasional (DEN), belum ada perubahan kebijakan harga. 

Pemerintah tetap menyiapkan berbagai skenario antisipasi apabila situasi global memburuk. “Sampai dengan kami rapat tadi belum ada. Jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, insyaallah belum ada kenaikan harga BBM ya,” kata Bahlil usai memimpin rapat DEN di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, harga BBM dalam negeri terbagi dua, yakni bersubsidi dan nonsubsidi. Untuk jenis bersubsidi seperti Pertalite dan solar, harga tetap sepanjang belum ada kebijakan baru dari pemerintah. Adapun BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku sejak 2022.

Di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia, pemerintah melakukan perhitungan cermat. Harga Indonesian Crude Price (ICP) dalam asumsi APBN dipatok 70 dolar AS per barel, sementara harga terkini bergerak pada kisaran 78–80 dolar AS per barel. “Kita tahu bahwa di dalam APBN kita harga ICP itu 70 dolar per barel. Dan sekarang sudah naik menjadi 78 sampai 80 dolar per barel. Ini yang harus kita hati-hati,” ujar Bahlil.

Kenaikan ICP berimplikasi pada potensi tambahan beban subsidi. Pada saat yang sama, negara juga berpeluang memperoleh tambahan penerimaan dari produksi nasional yang berada di kisaran 600 ribu barel per hari. Pemerintah menghitung selisih tersebut dengan tetap memprioritaskan ketersediaan BBM bagi masyarakat.

Untuk menjaga pasokan, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi. Sekitar 20–25 persen impor minyak mentah (crude) Indonesia dari Timur Tengah melewati Selat Hormuz. Pemerintah mengalihkan sebagian pembelian ke Amerika Serikat guna mengurangi risiko gangguan distribusi. “25 persen dari total crude yang kita pesan dari Middle East itu akan dialihkan. Ya, 25 persen,” tutur Bahlil.

Impor bensin RON 90, 93, 95, dan 98 tidak bergantung pada Timur Tengah, melainkan berasal dari kawasan lain, termasuk Asia Tenggara. Kontrak jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia dinilai memberi kepastian rantai pasok. Pemerintah juga memastikan tidak ada impor BBM dari Thailand.

Read Entire Article
Food |