Henkel memperkenalkan berbagai solusi perlindungan dan perbaikan aset untuk sektor migas dan industri berat dalam ajang IPA Convex 2026
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Industri minyak dan gas nasional menghadapi tantangan besar berupa aging infrastructure atau infrastruktur yang telah menua, seiring banyaknya fasilitas produksi dan jaringan perpipaan yang telah beroperasi selama puluhan tahun. Kondisi tersebut dinilai mendorong meningkatnya kebutuhan teknologi preventif guna menjaga keandalan operasional sekaligus menekan potensi kerugian akibat gangguan produksi.
Isu tersebut menjadi salah satu sorotan dalam ajang IPA Convex 2026, ketika perusahaan teknologi industri Henkel memperkenalkan berbagai solusi perlindungan dan perbaikan aset untuk sektor migas dan industri berat.
Head of Infrastructure Protection & Repair APAC Henkel Adhesive Technologies, Hugo Quintanilla, menjelaskan kebutuhan terhadap solusi yang dapat memperpanjang usia aset dan meningkatkan efisiensi energi kini menjadi perhatian utama industri energi, termasuk di Indonesia.
Menurut dia, tantangan industri migas saat ini tidak hanya berkaitan dengan target peningkatan produksi nasional, tetapi juga kondisi infrastruktur yang semakin menua sehingga membutuhkan perawatan lebih intensif. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan biaya operasional apabila tidak diantisipasi melalui strategi pemeliharaan jangka panjang.
Hugo menilai pendekatan pengelolaan aset di sektor migas perlu bergeser dari pola reaktif menjadi preventif. Menurutnya, biaya perbaikan darurat dan hilangnya produksi jauh lebih besar dibandingkan investasi untuk pemeliharaan preventif.
Ia menyebutkan secara global satu jam downtime dapat menimbulkan kerugian hingga hampir 500 ribu dolar AS atau setara sekitar Rp 8,8 miliar. Karena itu, kebutuhan terhadap teknologi yang mampu meminimalkan risiko kegagalan aset menjadi semakin penting bagi industri.
Dalam pameran tersebut, Henkel menampilkan sejumlah solusi perlindungan aset, mulai dari teknologi peningkatan keandalan mesin dan peralatan produksi, perlindungan korosi jangka panjang, penguatan struktur pipa proses dan saluran pipa, hingga lapisan isolasi termal untuk industri berat.
Perusahaan menyebut teknologi tersebut telah digunakan dalam berbagai proyek strategis nasional, termasuk ratusan aplikasi perpipaan di wilayah Sumatra hingga Kalimantan. Implementasi tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya kebutuhan solusi perlindungan aset seiring pertumbuhan aktivitas industri dan konsumsi energi di Indonesia.

15 hours ago
12














































