Teroris Yahudi Kepung Rumah Warga Palestina Empat Hari Berturut-turut

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Selama lebih dari empat hari sejak Ahad (9/8/2026) pemukim ilegal Israel terus melakukan pengepungan terhadap tiga rumah warga Palestina di kota Qusra, Nablus, di tepi Barat. Warga yang dikepung menyatakan keteguhan untuk memertahankan kediaman mereka.

Aisha Abu Rida, salah satu warga Palestina yang saat ini terkepung di dalam rumah mereka akibat ulah pemukim Israel yang memblokir jalan serta memutus aliran air dan listrik di kota Qusra, mengatakan kepada Aljazirah bahwa mereka akan tetap teguh meski menghadapi berbagai kesulitan.

"Kami dikepung oleh pemukim Israel, namun kami tetap teguh, insya Allah," ujar Abu Rida melalui pesan suara. "Kami tidak akan meninggalkan rumah kami, apa pun yang terjadi."

"Bahkan jika kami gugur sebagai syuhada, kami meminta untuk dimakamkan di rumah kami sendiri, agar rumah itu tetap menjadi saksi atas kejahatan para pemukim terhadap kami dan rakyat Palestina," tambahnya.

Pengepungan oleh teroris Yahudi tersebut sudah berlangsung sejak Ahad lalu. Puluhan pemukim mengelilingi rumah-rumah itu dan berusaha mengusir penghuninya. Selama empat hari tersebut, pasukan penjajah tak menghentikan aksi pemukim. 

Warga Palestina yang rumahnya dikepung oleh para pemukim ekstremis di desa Qusra, sebelah selatan Nablus, mengonfirmasi kepada The Times of Israel bahwa pasukan IDF dan Polisi Perbatasan tiba sebelum fajar untuk kembali berupaya mengevakuasi para pemukim tersebut.

Upaya mengusir para pemukim tersebut pada pagi hari sebelumnya tidak membuahkan hasil. Para warga mengatakan bahwa IDF telah merobohkan seluruh bangunan darurat yang didirikan oleh para pemukim di area tersebut. 

Kendati demikian, rekaman video yang diambil dalam satu jam terakhir memperlihatkan bahwa sejumlah pemukim masih berada di dekat rumah-rumah yang dikepung itu, dan warga mengaku masih merasa takut untuk keluar dari rumah mereka.

Pihak militer mengonfirmasi bahwa aparat keamanan telah merobohkan bangunan di dua pos terdepan pemukim ilegal di desa Qusra dan Jalud, Tepi Barat, pada malam hari.

Kedua pos tersebut didirikan di pinggiran desa, tepatnya di Area B Tepi Barat. IDF menyatakan bahwa aparat keamanan membongkar bangunan, menyita peralatan, dan menahan seorang tersangka warga Israel.

Terlepas dari pernyataan IDF, pada pagi hari ini para pemukim masih terlihat berada di luar dua rumah warga Palestina di Qusra.

Sementara itu, Batalion ke-51 Brigade Golani—yang sebelumnya sedang dalam masa jeda antar-kegiatan operasional—dikerahkan ke wilayah utara Tepi Barat untuk membantu menangani provokasi dan serangan pemukim terhadap warga Palestina. "Pasukan akan melaksanakan misi pertahanan dan patroli di area tersebut guna menjaga keamanan wilayah itu," demikian pernyataan pihak militer.

Read Entire Article
Food |