Viral Infografis Sistem Desil 2026, Kemensos Sebut Hoaks!

4 hours ago 4

Kementerian Sosial (Kemensos) mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi mengenai sistem desil yang beredar di media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Sosial (Kemensos) mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi mengenai sistem desil yang beredar di media sosial. Salah satunya adalah infografis bertajuk “Sistem Desil Terbaru 2026” yang mengaitkan peringkat desil dengan nominal pengeluaran, kondisi rumah, hingga status penerima bantuan sosial.

Melalui unggahan di akun Instagramnya, Pusat Data dan Teknologi Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatinkesos) Kemensos menegaskan infografis tersebut bukan informasi resmi yang dibuat oleh Kemensos. Berdasarkan Kepmensos Nomor 22/HUK/2026, peringkat kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) digunakan untuk memetakan tingkat kesejahteraan keluarga dari desil 1 hingga desil 10.

Desil 1 merupakan 10 persen kelompok dengan tingkat kesejahteraan terbawah. Desil 2 merupakan 10 persen kelompok di atasnya, demikian seterusnya hingga desil 10 yang mencakup 10 persen kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

"Perlu diketahui, DTSEN tidak digunakan untuk mengategorikan masyarakat berdasarkan besaran pengeluaran per kapita per bulan. Badan Pusat Statistik (BPS) pun disebut tidak pernah mempublikasikan besaran pengeluaran berdasarkan desil," tulis Kemensos di akunnya.

Karena itu, informasi yang mencantumkan nominal pengeluaran tertentu dan mengaitkannya dengan label kesejahteraan dalam sistem desil bukan merupakan informasi resmi dari Kemensos maupun BPS.

Pusdatinkesos Kemensos mengajak masyarakat untuk selalu memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya di media sosial. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks dan memastikan informasi yang disebarkan berasal dari sumber terpercaya.

"Bijak bermedia sosial dimulai dari satu langkah sederhana: cek sumbernya sebelum membagikannya.

Mari bersama melawan hoaks dan memastikan informasi yang kita sebarkan berasal dari sumber yang terpercaya," tulis Kemensos.

Read Entire Article
Food |