Tiga KEK Industri Bakal Diperluas, Investor Asing Antre Masuk

10 hours ago 5

Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian RI Susiwijono Moegiarso.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah akan memperluas tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis industri setelah seluruh lahan yang tersedia hampir terisi penuh. Perluasan dilakukan untuk mengakomodasi investasi baru yang masih mengantre masuk ke Indonesia.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan tiga KEK yang mengajukan perluasan adalah KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang. Rata-rata kawasan tersebut mengusulkan perluasan hingga dua kali lipat dari luas saat ini.

“Ketiga KEK tersebut saat ini sedang mengajukan perluasan kawasan. Rata-rata perluasannya dua kali lipat karena kawasan yang ada sekarang sudah penuh,” ujar Susiwijono di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut dia, tingginya minat investor membuat pemerintah mempercepat proses perluasan kawasan, termasuk penyelesaian perizinan dasar, seperti tata ruang, izin lokasi, analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), hingga persetujuan bangunan gedung.

Susiwijono mengatakan langkah tersebut diperlukan agar investasi yang telah mengantre dapat segera direalisasikan. Pemerintah menilai kondisi itu menunjukkan Indonesia masih menjadi tujuan yang menarik bagi investasi langsung, terutama di sektor manufaktur.

Ia mencontohkan KEK Kendal yang saat ini telah menampung sekitar 140 industri. Seluruh lahan di kawasan tersebut telah dimanfaatkan, sementara investor baru masih menunggu ketersediaan lahan untuk berinvestasi.

Selain Kendal, perkembangan positif juga terjadi di KEK Galang Batang di Kepulauan Riau dan KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara. Di KEK Sei Mangkei, perusahaan global Unilever bahkan akan memulai proyek investasi baru yang dijadwalkan memasuki tahap peletakan batu pertama dalam waktu dekat.

Hingga saat ini, realisasi investasi di seluruh KEK telah mencapai sekitar Rp 353,3 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 266 ribu orang. Pemerintah juga mencatat potensi investasi baru di kawasan tersebut mencapai sekitar Rp 846 triliun dalam beberapa tahun mendatang. Menurut Susiwijono, tingginya minat investasi di KEK menjadi sinyal bahwa fundamental investasi Indonesia masih kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Faktanya, hampir semua KEK industri manufaktur mengajukan perluasan kawasan. Ini menunjukkan investasi langsung di sektor manufaktur masih sangat menjanjikan di Indonesia,” katanya.

Read Entire Article
Food |