Tiga Tentara Indonesia Gugur dalam 24 Jam di Lebanon, Saatnya Tarik Pasukan?

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) melaporkan tiga penjaga perdamaiannya gugur di Lebanon selatan hanya berselang beberapa jam dalam insiden terpisah. Seluruhnya merupakan tentara dari Indonesia.

PBB mengatakan pada Senin bahwa ledakan yang “tidak diketahui asal usulnya” menghancurkan sebuah kendaraan di dekat kota Bani Haiyyan, menewaskan dua penjaga perdamaian Indonesia. Dua penjaga perdamaian lainnya terluka, satu luka parah. 

Ini terjadi hanya beberapa jam setelah penjaga perdamaian lainnya terbunuh setelah pangkalan UNIFIL terkena proyektil di dekat desa Adchit al-Qusayr di Lebanon selatan. 

Ketiga penjaga perdamaian tersebut berasal dari tentara Indonesia, kata para pejabat PBB. Pada serangan pertama, yang jadi korban jiwa adalah Praka Farizal Rhomadhon.

Dalam serangan kedua, dua prajurit TNI Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) XXIII-S/Unifil gugur. Informasi yang didapatkan Republika, kedua korban serangan brutal militer Israel itu adalah Mayor Inf ZA dan Sertu I. 

Keduanya saat itu sedang berusaha mengevakuasi prajurit TNI lain yang terluka. Namun, dalam perjalanan konvoi itu diserang Zionis Israel. 

UNIFIL mengatakan pihaknya meluncurkan penyelidikan atas kedua insiden tersebut tetapi tidak mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas kematian tersebut pada Ahad malam hingga Senin tersebut.

PBB mengatakan pada hari Senin bahwa setiap serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaiannya merupakan “pelanggaran berat” terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701. Resolusi itu diadopsi pada tahun 2006 dan mencakup membantu angkatan bersenjata Lebanon dalam membersihkan wilayah tersebut dari “personil bersenjata, aset dan senjata.” 

“Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang membahayakan keselamatan [dan] keamanan pasukan penjaga perdamaian,” tulis Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sebuah postingan di X, menyerukan akuntabilitas. 

Menanggapi kematian pertama, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi bahwa penjaga perdamaian tersebut adalah warga negara Indonesia. Kehilangan apapun terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat diterima, kata Menteri Luar Negeri Sugiono. Ia juga menyampaikan kecaman atas “serangan Israel di Lebanon selatan.”

Saat ini, lebih dari 8.200 pasukan penjaga perdamaian PBB – atau dikenal sebagai Helm Biru – dari 47 negara ditempatkan di Lebanon selatan, menurut angka UNIFIL yang diperbarui pada 23 Maret.

Read Entire Article
Food |