Wisatawan Kian Andalkan Jasa Pengiriman untuk Bawa Oleh-oleh dari Bali

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Membawa pulang oleh-oleh menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman berwisata di Bali. Namun, keterbatasan kapasitas bagasi pesawat dan banyaknya barang bawaan membuat sebagian wisatawan mulai beralih memanfaatkan jasa pengiriman untuk mengirimkan barang ke kota asal maupun ke luar negeri.

Tren tersebut terlihat dari meningkatnya penggunaan layanan logistik oleh wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata. Barang yang dikirim beragam, mulai dari makanan khas, kerajinan tangan, pakaian, hingga produk suvenir yang dibeli selama berlibur.

Muhammad Ekhsan, salah satu agen layanan pengiriman di Bali, mengatakan permintaan pengiriman barang biasanya meningkat saat musim liburan atau akhir pekan panjang. Banyak wisatawan memilih mengirimkan sebagian barang bawaan mereka agar perjalanan pulang menjadi lebih praktis.

"Pada periode liburan biasanya permintaan pengiriman meningkat. Banyak wisatawan memilih mengirim oleh-oleh atau barang bawaan karena lebih praktis dibanding harus membawa semuanya dalam koper," kata Ekhsan dalam keterangannya.

Menurut dia, tujuan pengiriman wisatawan domestik cukup beragam, dengan sejumlah kota besar seperti Jakarta, Medan, dan Makassar menjadi tujuan yang cukup dominan. Selain wisatawan domestik, turis mancanegara juga memanfaatkan layanan pengiriman untuk mengirim produk khas Bali ke negara asal mereka.

Produk yang dikirim wisatawan asing umumnya berupa kerajinan tangan, aksesori, produk fesyen, hingga suplemen lokal. Negara tujuan pengiriman antara lain Australia, Singapura, dan Malaysia.

Ekhsan menilai tingginya mobilitas wisatawan di Bali menciptakan kebutuhan layanan logistik yang terus berulang. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang usaha di sektor pengiriman barang.

Ia mengaku melihat potensi bisnis logistik yang cukup besar di daerah tujuan wisata. Selain didorong oleh jumlah wisatawan yang terus datang, kebutuhan pengiriman juga muncul hampir sepanjang tahun.

Peningkatan kebutuhan pengiriman di kawasan wisata juga mendapat perhatian pelaku industri logistik. Chief Retail Officer Lion Parcel, Febri Andika, mengatakan aktivitas wisata yang tinggi turut mendorong permintaan layanan pengiriman barang.

Menurut dia, layanan logistik kini semakin menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, termasuk dalam sektor pariwisata. Wisatawan tidak hanya membutuhkan sarana transportasi untuk bepergian, tetapi juga solusi untuk memudahkan pengiriman barang selama maupun setelah perjalanan.

"Mobilitas wisatawan yang tinggi turut menciptakan kebutuhan pengiriman yang terus meningkat. Hal ini bukan hanya menjadi peluang untuk menghadirkan layanan yang memudahkan pelanggan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui kemitraan agen," ujar Febri.

Ia menambahkan, keberadaan jaringan agen di berbagai daerah wisata membantu wisatawan mengakses layanan pengiriman dengan lebih mudah. Di sisi lain, aktivitas tersebut juga berkontribusi terhadap pertumbuhan usaha lokal yang bergerak di sektor logistik.

Tren penggunaan jasa pengiriman oleh wisatawan menunjukkan bahwa layanan logistik kini tidak lagi sekadar pendukung aktivitas perdagangan. Di daerah tujuan wisata seperti Bali, layanan tersebut mulai menjadi bagian dari kebutuhan perjalanan, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan tanpa direpotkan oleh banyaknya barang bawaan saat kembali pulang.

Read Entire Article
Food |