Seorang pedagang menjual kurma di pasar grosir (ilustrasi.

Oleh: Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Selama seperempat abad terakhir, Indonesia sesungguhnya telah mencapai sesuatu yang tidak sederhana.
Di tengah krisis keuangan global, pandemi, perang, gangguan rantai pasok, gejolak energi, hingga ketidakpastian geopolitik yang terus berubah, perekonomian nasional tetap tumbuh.
Demokrasi tetap berjalan. Infrastruktur menjangkau wilayah yang dahulu terisolasi. Program perlindungan sosial hadir hingga tingkat desa. APBN berkembang menjadi instrumen pembangunan yang semakin besar dan semakin luas jangkauannya.
Negara menjadi jauh lebih hadir dibanding masa-masa sebelumnya.
Banyak negara berkembang tidak berhasil melewati fase ini dengan baik. Indonesia berhasil menjaganya. Karena itu capaian tersebut layak dihargai sebagai fondasi penting perjalanan bangsa.
Namun justru karena berbagai keberhasilan itu, muncul pertanyaan yang semakin penting untuk dijawab.
Mengapa produktivitas ekonomi Indonesia belum bertumbuh secepat potensi yang dimilikinya?
Mengapa sebagian besar daerah masih bergantung pada transfer dari pusat setelah lebih dari dua dekade desentralisasi?
Mengapa biaya logistik nasional masih relatif tinggi dibanding banyak negara Asia?
Mengapa investasi yang terus meningkat belum sepenuhnya menghasilkan lompatan nilai tambah dan lapangan kerja berkualitas?
Dan mengapa setiap kali harga komoditas melemah, optimisme ekonomi nasional ikut terguncang?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan untuk menafikan capaian yang telah diraih. Sebaliknya, pertanyaan itu diperlukan agar Indonesia tidak terjebak merasa cukup ketika sesungguhnya masih memiliki ruang besar untuk melompat lebih jauh.
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

15 hours ago
11
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)














