AFTECH: Transformasi Keuangan Digital Bisa Dorong Ekonomi Nasional Lebih Inklusif

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sektor jasa keuangan Indonesia memasuki fase transformasi baru yang berpotensi memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Konsep universal banking yang diperkenalkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai membuka peluang peningkatan efisiensi, diversifikasi layanan, serta penguatan daya saing industri keuangan dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sektor riil.

Di tengah potensi tersebut, implementasi konsep universal banking juga menuntut penguatan tata kelola, manajemen risiko, kapasitas teknologi, ketahanan siber, serta perlindungan data dan konsumen, khususnya pada ekosistem fintech dan layanan keuangan digital.

Konsep universal banking menandai perubahan arah industri jasa keuangan dari fase ekspansi menuju konsolidasi, dari pertumbuhan menuju keberlanjutan, serta dari fragmentasi menuju integrasi. Transformasi ini dinilai akan memperkuat sinergi antara perbankan dan penyelenggara layanan keuangan digital dalam mendukung pembiayaan ekonomi nasional.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Pandu Sjahrir mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sektor keuangan digital di tingkat regional maupun global.

"Dalam konteks global dan regional, posisi Indonesia semakin strategis. Industri keuangan, khususnya ekosistem layanan keuangan digital, memiliki peluang yang riil untuk menjadi rule-shaper, tidak hanya sebagai pasar. Ekosistem layanan keuangan digital Indonesia berpotensi turut membentuk standar dan arah ekosistem regional, termasuk dalam hal standar inovasi dan teknologi, terutama bagi model bisnis digital dalam klaster pembayaran, pendanaan, serta investasi," ujar Pandu dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Sejalan dengan perkembangan tersebut, AFTECH akan menyelenggarakan Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026. Mengusung tema Beyond Banking: Redesigning Finance for Wellbeing and Growth in the Real Economy, forum ini akan mempertemukan lebih dari 300 pemimpin industri perbankan, fintech, sektor riil, akademisi, regulator, pemerintah, serta mitra internasional.

Forum tersebut bertujuan memberikan kontribusi terhadap arah kebijakan sektor jasa keuangan masa depan sekaligus memperkuat kolaborasi antarpelaku industri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Dinamika dalam sektor jasa keuangan dan pengenalan konsep universal banking mendorong AFTECH menjadikannya tema utama dalam IDBS tahun ini. Kami melihat ke depan arsitektur sektor jasa keuangan akan mengalami transformasi, khususnya menjadi lebih fokus pada consumer journey, termasuk terlibat lebih aktif dalam mendorong terciptanya kesejahteraan finansial masyarakat dan semakin optimal dalam menjalankan layanan yang mendukung produktivitas sektor-sektor riil prioritas,” ujar Pandu.

Read Entire Article
Food |