ombak keras di Samudra Pasifik hantam sebuah kapal.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Para ilmuwan dan lembaga meteorologi dunia mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi menguatnya fenomena El Nino yang diperkirakan berkembang dalam beberapa pekan mendatang dan dapat memicu cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.
Sejumlah model prakiraan iklim global menunjukkan sinyal kuat bahwa fase hangat Samudra Pasifik tersebut sedang terbentuk setelah sistem iklim global sebelumnya bergerak dalam kondisi netral usai berakhirnya La Nina pada awal April.
Direktur iklim dan energi Breakthrough Institute sekaligus ilmuwan Berkeley Earth, Zeke Hausfather, mengatakan sebagian besar model iklim memperkirakan El Nino kali ini berpotensi cukup kuat.
“Ini dapat menjadi salah satu El Nino terkuat dalam sejarah modern, meski masih terlalu dini untuk memastikan secara penuh,” katanya, sebagaimana diberitakan USA Today pada Sabtu (9/5/2026).
Kekhawatiran muncul karena El Nino diprediksi datang ketika suhu global sudah berada di atas normal akibat pemanasan iklim jangka panjang.
Kondisi tersebut dinilai dapat memperparah gelombang panas global, meningkatkan suhu laut, memicu kekeringan, banjir besar, hingga kebakaran hutan di sejumlah kawasan dunia.
Fenomena El Nino selama ini diketahui memiliki pengaruh besar terhadap sistem cuaca global karena perubahan suhu di Samudra Pasifik dapat memengaruhi pola angin, curah hujan, hingga distribusi panas atmosfer bumi.
Lembaga riset Cooperative Institute for Research in Environmental Sciences di University of Colorado Boulder bahkan menyebut El Nino-Southern Oscillation sebagai salah satu penggerak iklim paling berpengaruh di planet ini.
Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) dalam pembaruan April lalu memperkirakan peluang El Nino kuat mencapai sekitar 25 persen. NOAA dijadwalkan mengeluarkan pembaruan terbaru pada 14 Mei mendatang.
Data satelit NOAA menunjukkan suhu permukaan laut di kawasan Pasifik tengah dan timur meningkat tajam sepanjang April. Pola warna merah dan oranye di sepanjang khatulistiwa sebelah barat Amerika Selatan memperlihatkan pemanasan laut yang identik dengan pembentukan El Nino.

10 hours ago
7










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447649/original/009619000_1765960341-pexels-qjpioneer-5652188.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210295/original/020455400_1746503932-cef51a0b-171c-465c-b961-0b620c5bafe2.jpg)
