REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Amnesty International Indonesia mendesak dilakukannya investigasi independen, imparsial, dan menyeluruh terhadap kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa. Investigasi ini dinilai krusial untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan kemungkinan adanya kelalaian dari berbagai pihak.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, dalam keterangan resmi yang diterima di Makassar, Selasa, menyatakan bahwa investigasi diperlukan untuk menjelaskan secara transparan penyebab tenggelamnya kapal yang terjadi pada Minggu (13/9) dini hari tersebut.
"Kami mendesak adanya investigasi segera, independen, imparsial, dan menyeluruh atas tragedi ini untuk menjelaskan alasan tenggelamnya KMP Virgo secara transparan," kata Usman.
Menurut Usman, investigasi juga penting untuk memastikan ada atau tidaknya kelalaian dari berbagai pihak yang terlibat, termasuk regulator keselamatan transportasi serta perusahaan atau badan pemilik transportasi laut. Temuan investigasi, kata dia, harus dapat mengungkap pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan adanya kelalaian.
"Mereka harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum untuk membawa keadilan bagi korban dan keluarga mereka," tegasnya.
Soroti Selang Waktu Permintaan Bantuan
Amnesty juga menyoroti informasi mengenai selang waktu sekitar tiga jam antara kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk dan permintaan bantuan kepada tim SAR. Berdasarkan informasi, KMP Virgo Transport 8 dilaporkan menghadapi cuaca buruk sekitar pukul 01.00 WIB, sedangkan permintaan bantuan kepada Kantor SAR Banjarmasin baru disampaikan sekitar pukul 04.10 WIB.
"Mengapa GM Virgo Transport 8 setelah tiga jam, baru meminta pertolongan kepada SAR Banjarmasin? Harus ada penjelasan terkait ini ke publik," ujar Usman. Amnesty meminta agar informasi mengenai selang waktu tersebut menjadi salah satu hal yang ditelusuri dalam proses investigasi.
Selain itu, Amnesty menyoroti kesaksian sejumlah korban selamat kepada media mengenai tidak terdengarnya alarm darurat saat kapal terbalik pada tengah malam ketika banyak penumpang sedang tidur. Keterangan korban selamat mengenai ketersediaan dan penggunaan pelampung saat kecelakaan juga dinilai perlu ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
"Kami sangat mendorong proses investigasi untuk memastikan bahwa KMP Virgo Transport sudah memiliki dan menjalankan standar mitigasi dan kedaruratan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Usman.
Ia menegaskan bahwa korban dan keluarganya memiliki hak atas pemulihan dan penyelidikan menyeluruh serta pertanggungjawaban apabila ditemukan kelalaian operator kapal, otoritas pelabuhan, maupun pemerintah sebagai regulator. Amnesty juga mengingatkan pentingnya uji tuntas (due diligence) terhadap penerapan standar dan prosedur keselamatan transportasi laut untuk mencegah kecelakaan serupa. "Keselamatan warga negara adalah hak asasi manusia," katanya.
KMP Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) dini hari dengan membawa 243 orang. Hingga Selasa pagi, sebanyak 114 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 lainnya masih dalam pencarian. Pada hari ketiga operasi SAR, Basarnas memperluas wilayah pencarian dari sekitar 2.600 mil laut menjadi 4.600 mil laut di perairan Masalembo.
Menteri Perhubungan sebelumnya menyatakan KMP Virgo Transport 8 berkapasitas sekitar 500 orang sehingga kapal yang membawa 243 orang tersebut tidak dalam kondisi kelebihan kapasitas. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, meminta semua pihak menunggu hasil investigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. "Kita harus menunggu secara resmi apa yang menjadi faktor terjadinya insiden atau kecelakaan tersebut, faktor cuaca, atau teknis, atau apapun yang harus kita terima setelah mendapatkan penjelasan utuh hasil dari investigasi," kata AHY di Jakarta, Senin (14/9).
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

5 hours ago
13
















































