Apple Hadirkan Fitur Baru Pantau Gejala Perimenopause

3 hours ago 3

Logo Apple. Apple resmi memperluas fitur kesehatan untuk perempuan dengan menambahkan dukungan perimenopause dan menopause ke dalam fitur pelacakan siklus di aplikasi Health.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apple resmi memperluas fitur kesehatan untuk perempuan dengan menambahkan dukungan perimenopause dan menopause ke dalam fitur pelacakan siklus di aplikasi Health. Pengumuman ini disampaikan pada acara Worldwide Developers Conference (WWD) 2026 yang digelar di California, AS, pada Senin (8/6/2026).

Langkah ini menjadi upaya Apple untuk masuk ke salah satu tren terbesar dalam kesehatan perempuan saat ini, yaitu perimenopause. Isu ini memang tengah banyak dibahas di media sosial seperti TikTok dan Instagram, hingga acara televisi siang hari seperti The Drew Barrymore Show.

Wakil Presiden Manajemen Produk OS di Apple, Stacey Ford, mengatakan pengguna nantinya dapat menerima notifikasi ketika pola siklus mereka terdeteksi mengarah pada perimenopause. Selain itu, pengguna juga dapat mencatat gejala yang dialami serta mengakses informasi edukasi.

"Fitur ini dirancang agar pengguna dapat lebih memahami apa yang terjadi pada tubuh mereka dan lebih siap untuk berbicara dengan dokter," kata Ford dikutip dari TechCrunch, Selasa (9/6/2026).

Apple sudah mulai memperdalam fokus pada kesehatan perempuan sejak 2019, ketika perusahaan tersebut memperkenalkan fitur pelacak siklus di Apple Watch dan iOS. Fitur ini memungkinkan pengguna mencatat informasi penting terkait siklus menstruasi dan kesuburan melalui aplikasi Health.

Dalam pembaruan terbaru ini, Apple menambahkan kemampuan yang lebih spesifik untuk mendeteksi pola yang dapat mengindikasikan perimenopause. Perusahaan menyebutkan bahwa setiap tahun sekitar 2 juta perempuan memasuki fase perimenopause, yaitu tahap sebelum menopause ketika terjadi penurunan hormon estrogen.

Sebuah survei pada Februari 2025 yang melibatkan 4.432 responden berusia di atas 30 tahun menunjukkan bahwa lebih dari separuh perempuan berusia 30 hingga 35 tahun mengalami gejala perimenopause dengan tingkat sedang hingga berat. Hal ini menunjukkan bahwa perimenopause tidak hanya terjadi pada usia lanjut, tetapi juga dapat dialami lebih awal.

Sementara itu, menopause didefinisikan sebagai kondisi ketika siklus menstruasi berhenti secara permanen, yang umumnya terjadi pada usia 45 hingga 55 tahun. Laporan dari Society for Women's Health Research menyebutkan bahwa sekitar 6.000 perempuan di Amerika Serikat memasuki masa menopause setiap hari.

Read Entire Article
Food |