Mengapa Allah tak Kabulkan Doa Para Pendengki?

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, Rasa dengki atau iri hati kepada sesama Muslim bukan sekadar penyakit hati, tetapi juga dapat menjadi penghalang terkabulnya doa. Imam Abu Laits As-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin menyebutkan bahwa orang yang menyimpan dengki di dalam hatinya termasuk tiga golongan manusia yang doanya tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Abu Laits As-Samarqandi mengungkapkan bahwa Al-Faqih berkata, "Ada tiga kelompok manusia yang doanya tidak akan dikabulkan, yaitu orang yang memakan makanan haram, orang yang menggunjing, dan orang yang di dalam hatinya ada rasa dengki atau iri hati kepada sesama Muslim."

Ibnu Syihab meriwayatkan dari Salim, dari ayahnya, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak boleh ada rasa dengki kecuali pada dua macam."

"Yaitu kepada orang yang dikaruniai Allah (kepandaian tentang) Aquran, sedangkan ia senantiasa mengamalkannya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai Allah harta, sedangkan ia senantiasa menginfakkannya malam dan siang hari."

Terkait hadits tersebut, Imam Abu Laits As-Samarqandi menjelaskan bahwa seseorang hendaknya bersungguh-sungguh untuk berusaha mengerjakan apa yang dikerjakan oleh kedua macam orang yang disebutkan di dalam hadits tersebut, yaitu dalam mengerjakan sholat malam dan sedekah. Dengki atau iri hati yang semacam itu adalah dengki yang terpuji.

Sedangkan, dengki yang lain, yakni dengki yang mengharapkan agar rahmat yang ada pada orang lain itu lenyap, maka itu adalah tercela. Jadi, apabila seseorang melihat kekayaan atau apapun yang ada pada orang lain, kemudian ia berharap agar hal itu lenyap dari orang yang memilikinya, maka itu adalah perbuatan yang tercela.

Sedangkan jika ia ingin mendapatkan rahmat seperti orang yang memiliki harta atau apapun yang lain tanpa mempunyai harapan agar lenyap dari orang yang memilikinya, maka itu tidak tercela, boleh-boleh saja.

Read Entire Article
Food |