Foto korban serangan udara AS-Israel dipajang di depan reruntuhan bangunan di Teheran, Iran, Senin (13/4/2026). Serangan AS-Israel ke Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Dari jumlah korban itu, sedikitnya 210 anak dikabarkan tewas sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan setelah perundingan perdamaian yang diadakan di Islamabad pada 11 April.
REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan mencapai sebuah "kesepakatan prinsip" untuk memperpanjang gencatan senjata. Menurut laporan Associated Press (AP), mengutip beberapa pejabat di kawasan, kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan meski saat ini tengah terjadi pemblokadean maritim yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, pada Ahad (12/4/2026) lalu.
Diketahui, masa gencatan senjata dua pekan yang berlaku saat ini akan kedaluawarsa pada 22 April 2026.
"Blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan ancaman-ancaman baru oleh Iran telah membahayakan perjanjian, tapi pejabat kawasan pada Rabu mengatakan bahwa mereka membuat kemajuan, kepada Assocated Press bahwa Amerika Serikat dan Iran telah emmberikan sebuah 'kesepakatan pinsip' untuk memperpanjang untuk memperbolehkan diplomasi tambahan," menurut AP berdasarkan laporan Samy Magdy, Sam Mets, dan Munir Ahmed.
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya tidak menimbang untuk memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran. Hal itu diungkapkan oleh jurnalis ABC News Jonathan Karl dilansir Anadolu, Selasa (14/4/2026). Menurut Karl, Trump tidak berpikir bahwa perpanjangan gencatan senjata dibutuhkan lagi oleh AS.
"Saya pikir anda akan melihat sesuatu yang luar biasa dua hari ke depan," kata Trump.
Menurut Karl, Trump mengindikasikan bahwa perang dengan Iran bisa diakhiri baik lewat negosiasi atau melalui aksi militer guna menghabisi kapabilitas Iran.
"Itu bisa dengan dua cara, tapi saya pikir sebuah kesepakatan diinginkan karena mereka bisa membangun kembali. Mereka benar-benar memiliki rezim yang berbeda sekarang. Apapun itu, kami telah menghabisi kalangan radikal. Mereka telah pergi, tak bersama kita lagi," kata Trump dikutip oleh Jonathan Karl.
Dalam wawancara dengan Fox Business, Trump juga menyatakan bahwa perang AS-Israel terhadap Iran hampir berakhir. “Saya pikir ini hampir berakhir, ya. Maksud saya, saya melihatnya sudah sangat dekat dengan berakhir,” kata Trump kepada pembawa acara Fox Business, Maria Bartiromo, saat ditanya apakah perang tersebut sudah selesai.

7 hours ago
5










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448189/original/093801500_1766021590-WhatsApp_Image_2025-12-18_at_07.55.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2384766/original/020395400_1539683489-Jason_Leung.jpg)





