Bakom RI: Jangan Asal Sebarkan Informasi soal Dampak Erupsi Anak Krakatau

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari menyampaikan sejumlah informasi dan imbauan dari pemerintah kepada masyarakat mengenai dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Salah satu imbauan penting, yakni masyarakat diminta untuk tidak asal menyebarkan informasi yang tidak kredibel mengenai potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Bakom Pemerintah RI mengimbau masyarakat untuk merujuk hanya pada informasi resmi pemerintah dan tidak meneruskan kabar-kabar seperti potensi tsunami yang tidak berdasarkan sumber resmi,” kata Qodari dalam konferensi pers Update Situasi Terkini Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang digelar secara daring, Ahad (6/9/2026).

Ia menyebut informasi resmi pemerintah berasal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Kesehatan, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Qodari menerangkan pemerintah terus memantau secara cermat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau beserta setiap potensi dampaknya. Seluruh pemantauan dilakukan berdasarkan data dan rekomendasi lembaga teknis yang berwenang. Pemerintah dipastikan terus memperbarui informasi aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala melalui kanal-kanal resmi dan setiap perkembangan disampaikan langsung kepada publik.

“Kami memastikan komunikasi pemerintah berjalan dengan satu narasi: cepat dan berbasis data. Informasi dari PVMBG, BMKG, BNPB, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan instansi terkait akan disinkronkan agar publik dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai apa yang terjadi, apa dampaknya, langkah pemerintah, dan apa yang perlu dilakukan oleh masyarakat,” jelasnya.

Qodari menekankan, berdasarkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, aspek keselamatan dan keamanan masyarakat merupakan prioritas utama. Seluruh langkah penanganan, termasuk mitigasi terhadap dampak erupsi dan penyesuaian aktivitas transportasi, dipastikan dilakukan dengan prinsip penuh kehati-hatian.

“Bapak Presiden dan pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan waspada selama abu vulkanik masih turun,” ujarnya.

Masyarakat diimbau melakukan beberapa langkah, seperti menggunakan masker penutup hidung dan mulut, melindungi mata dengan kacamata, menutup pintu dan jendela, serta menutup rapat tempat penampungan air bersih. Masyarakat juga diimbau untuk minum air putih yang cukup serta mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas.

Read Entire Article
Food |