Banjir Lebih dari Satu Meter, Warga Majalengka: Air Datang dengan Cepat

17 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – Banjir merendam ratusan rumah warga di Desa Kasturi, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai lebih dari satu meter sehingga sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Banjir yang diakibatkan meluapnya sungai Cilutung itu menyebabkan kerugian material dan sosial bagi masyarakat, Rabu (7/1/2026) malam. Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga berdampak pada sektor pertanian, peribadatan, dan fasilitas umum.

Dalam rekaman video amatir, petugas terlihat mengevakuasi sejumlah warga terdampak banjir. Evakuasi dilakukan dengan ekstra hati-hati karena air yang terus meninggi.

Tercatat, ada 269 rumah warga yang terdampak banjir, terutama di Blok Situngsari dan Mekarsari. Selain itu, banjir juga merendam 50 hektare lahan persawahan, 30 kolam ikan milik warga, enam mushola, dan mengganggu aktivitas belajar mengajar di MTs, MD, dan SDN Kasturi, termasuk layanan kesehatan di Puskesmas Gumuruh.

Salah seorang warga terdampak banjir, Dede (38), mengatakan, air datang dengan cepat sehingga merendam rumah dalam waktu singkat. Kondiis itu terjadi setelah hujan deras mengguyur dalam waktu cukup lama.

“Air masuk dengan cepat setelah hujan deras. Kami hanya sempat menyelamatkan barang seadanya,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Pemerintah Kabupaten Majalengka mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat agar dapat ditangani dengan cepat.

Bupati Majalengka, Eman Suherman pun meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Kasturi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga serta memantau penanganan darurat pascabanjir.

“Kami hadir langsung untuk melihat kondisi warga dan memastikan kebutuhan mendesak di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti dengan bantuan serta penanganan lanjutan,” tegas Eman.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pendataan kerusakan secara menyeluruh. Selain itu, menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang guna meminimalkan risiko banjir di kemudian hari.

Menurut Eman, salah satu penyebab meluapnya air adalah kondisi jembatan di sekitar Masjid At-Tin yang memiliki tiang penyangga besar di tengah aliran sungai sehingga menyempitkan alur air. Kondisi tersebut diperparah oleh tumpukan sampah yang menyumbat salah satu sisi aliran.

“Saya sudah berkomunikasi dengan pihak BBWS Cisanggarung karena ini kewenangannya. Saya kirimkan foto kondisi jembatan tersebut dan mudah-mudahan segera dilakukan survei untuk menentukan langkah perbaikan,” jelasnya.

Eman menegaskan, Pemerintah Kabupaten Majalengka tidak ingin persoalan banjir itu dibiarkan berlarut-larut dengan saling melempar kewenangan.

“Kalau terus saling lempar, masyarakat yang jadi korban. Ini tidak boleh dibiarkan. Kita akan duduk bersama, baik dengan BBWS maupun OPD terkait, untuk menentukan peran dan langkah penanganan ke depan,” tegasnya.

Read Entire Article
Food |