Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –– Rusia akan menghentikan pasokan minyak Kazakhstan ke Jerman melalui jaringan pipa Druzhba mulai 1 Mei 2026. Kebijakan ini diumumkan Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, di tengah dinamika energi yang kian kompleks di kawasan Eropa.
Keputusan tersebut akan berdampak pada aliran minyak yang selama ini menjadi salah satu sumber penting bagi industri energi Jerman.
Novak menyatakan bahwa volume minyak Kazakhstan yang sebelumnya dikirim melalui pipa Druzhba akan dialihkan ke jalur logistik lain yang dinilai lebih memungkinkan secara teknis.
“Mulai 1 Mei, volume pasokan minyak Kazakhstan yang sebelumnya dikirim ke Jerman melalui pipa Druzhba akan dialihkan ke jalur logistik lain yang bebas hambatan,” ujar Novak, sebagaimana diberitakan Xinhua, RTVI, dan sejumlah media Rusia.
Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada keterbatasan kemampuan teknologi yang ada saat ini.
Menurut Novak, pembahasan terkait perubahan jalur distribusi ini telah dilakukan bersama pihak Kazakhstan dalam beberapa waktu terakhir.
Negosiasi antara kedua negara disebut berlangsung pada pekan sebelumnya, mencerminkan adanya koordinasi dalam menghadapi perubahan kondisi infrastruktur.
Dalam pernyataan yang bernuansa politis, Novak juga menyinggung sikap Jerman yang telah menolak minyak Rusia.
“Jerman telah menolak minyak Rusia, yang berarti semuanya baik-baik saja bagi mereka,” katanya.
Sementara itu, Menteri Energi Kazakhstan, Yerlan Akkenzhenov, sebelumnya telah mengonfirmasi adanya penangguhan transit minyak melalui Rusia menuju Jerman.
Ia menyebut negaranya telah menerima informasi tidak resmi mengenai kemungkinan penghentian aliran minyak melalui pipa Druzhba pada bulan Mei.

2 hours ago
2














































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455219/original/006121400_1766639015-IMG-20251002-WA0019.jpg)


