Purbaya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Fiskal, Ajukan Pagu Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas fiskal pada tahun depan. Purbaya sekaligus memastikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai Prioritas Nasional Tahun 2027.

“Kementerian Keuangan terus menjaga kinerja fiskal untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi melalui berbagai langkah strategis dalam rangka optimalisasi pendapatan, belanja yang berkualitas, dan pembiayaan yang inovatif,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Di tengah berlanjutnya ketidakpastian global, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mengoptimalkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

APBN juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai program utama, yaitu Program Kebijakan Fiskal, Sektor Keuangan dan Ekonomi; Program Pengelolaan Penerimaan Negara; Program Pengelolaan Belanja Negara; Program Pengelolaan Perbendaharaan, Kekayaan Negara, dan Risiko; serta Program Dukungan Manajemen.

Sementara itu, dukungan diarahkan kepada sejumlah program prioritas nasional, antara lain penyelenggaraan Sekolah Rakyat, pemberantasan penyelundupan, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan tiga juta rumah, peningkatan layanan kesehatan, hingga implementasi program mandatori biodiesel B50.

Menkeu juga menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional hingga 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat.

Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen (yoy), inflasi terkendali, surplus neraca dagang berlanjut selama 72 bulan, serta cadangan devisa tetap memadai.

Pada sisi fiskal, realisasi pendapatan negara telah mencapai Rp 1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, belanja negara telah terserap Rp 1.365,4 triliun atau melonjak 34,4 persen (yoy).

Adapun pembiayaan terealisasi sebesar Rp 379,4 triliun dengan tetap mengendalikan defisit dan utang pada batas aman dan terkelola.

Pemerintah pun terus menjaga peran APBN sebagai instrumen penting untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, serta mempertahankan momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan keberlanjutan fiskal.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |