Stem Cell Jadi Alternatif Penanganan Penyakit Degeneratif

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus penyakit degeneratif seperti diabetes, stroke, penyakit jantung, dan gangguan saraf terus menjadi tantangan kesehatan seiring meningkatnya usia harapan hidup dan perubahan pola hidup masyarakat. Kondisi tersebut mendorong berkembangnya berbagai pendekatan terapi yang tidak hanya berfokus pada pengendalian gejala, tetapi juga perbaikan fungsi organ yang mengalami kerusakan.

Salah satu pendekatan yang mulai mendapat perhatian adalah terapi stem cell atau terapi sel punca. Metode ini dinilai memiliki potensi untuk membantu proses regenerasi sel dan jaringan yang mengalami kerusakan akibat penyakit kronis maupun proses penuaan.

Founder Klinik dr Yanti Stem Cell, Yanti Khusmiran, mengatakan terapi stem cell berupaya menargetkan organ yang mengalami gangguan fungsi sebagai sumber munculnya penyakit.

“Yang kami obati bukan gejalanya, tetapi organ yang mengalami kerusakan. Karena pada dasarnya tubuh manusia terdiri dari sel. Sel membentuk jaringan, jaringan membentuk organ, dan organ yang bekerja bersama-sama menciptakan kehidupan yang sehat," ujar Yanti dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Menurut Yanti, berbagai penyakit degeneratif berawal dari menurunnya fungsi sel yang kemudian berdampak pada jaringan dan organ tubuh. Ketika kerusakan berlangsung dalam jangka panjang, fungsi organ dapat terus menurun dan memicu berbagai komplikasi.

Ia menjelaskan, diabetes tipe 2 menjadi salah satu kasus yang paling banyak ditangani dalam dua tahun terakhir. Penyakit tersebut tidak hanya berkaitan dengan kadar gula darah, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang berdampak pada berbagai organ vital.

"Diabetes bukan sekadar masalah gula darah tinggi. Penyakit ini menyebabkan kerusakan pembuluh darah secara bertahap," jelasnya.

Kerusakan pembuluh darah dapat mengganggu distribusi oksigen dan nutrisi ke berbagai organ seperti jantung, otak, ginjal, mata, maupun pankreas. Kondisi tersebut berpotensi memicu penurunan fungsi organ dan meningkatkan risiko komplikasi.

Dalam kasus diabetes tipe 2, Yanti mengatakan terapi regeneratif diarahkan untuk membantu memperbaiki fungsi pankreas yang berperan menghasilkan insulin.

“Karena itu kami melihat akar masalahnya ada pada organ yang mengalami kerusakan," ujarnya.

Selain diabetes, terapi stem cell juga digunakan pada pasien pascastroke, penyakit jantung, gangguan saraf, penyakit autoimun, hingga kondisi yang berkaitan dengan proses penuaan.

Yanti menilai keberhasilan terapi regeneratif tetap memerlukan dukungan perubahan gaya hidup yang sehat agar fungsi organ yang telah diperbaiki dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

“Regenerasi organ perlu didukung oleh gaya hidup yang sehat agar hasilnya optimal," ujarnya.

Read Entire Article
Food |