Bank Aladin Syariah Ungkap Tantangan Perbankan Digital di Era AI

2 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU – Perbankan digital Indonesia mulai bergerak menuju era intelligent banking seiring semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Presiden Direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk Koko Rachmadi menilai perubahan tersebut perlu diimbangi dengan penguatan keamanan, perlindungan data, dan kolaborasi antara regulator serta industri perbankan.

Hal tersebut disampaikan Koko dalam the 2nd Riau Economic Forum (REF) 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau di Pekanbaru, Senin (31/8/2026).

“Kita optimis terhadap cerahnya masa depan perbankan digital di Indonesia, namun tetap waspada terhadap risikonya, serta terus memperdalam dan menguatkan kolaborasi,” kata Koko.

Dalam forum tersebut, Koko memaparkan sejumlah tantangan dalam transisi menuju intelligent banking. Tantangan tersebut mencakup cybercrime, fraud, deepfake, privasi data, infrastruktur teknologi, literasi, hingga keberlanjutan model bisnis.

Menurut Koko, penggunaan AI di perbankan juga perlu diikuti kemampuan mendeteksi dan mencegah berbagai bentuk kejahatan digital. Bank Aladin Syariah mengembangkan pendekatan yang menggabungkan kapabilitas perbankan, AI, dan Fraud Intelligence, termasuk AI-powered e-KYC dan Fraud Detection System.

Teknologi tersebut digunakan sejak proses onboarding hingga transaksi harian. Bank Aladin Syariah juga mengembangkan pendekatan dari product-centric menuju ecosystem-centric melalui model Open Banking.

“Masa depan perbankan digital membutuhkan solusi yang melampaui batas institusi, di mana kolaborasi erat antara regulator dan industri menjadi kunci utama agar inovasi dan regulasi terus berkembang secara beriringan,” ujar Koko.

Menurut dia, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk membangun sistem pembayaran digital yang lebih aman, menjaga privasi data nasabah, serta memperluas inklusi keuangan.

REF 2026 mengusung tema “Riau Tumbuh Solid dan Digitalisasi Terakselerasi”. Forum tersebut membahas prospek perekonomian dan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam konteks tersebut, digitalisasi sistem pembayaran dinilai semakin penting bagi inklusi keuangan dan stabilitas ekonomi, terutama di tengah perubahan ekonomi global dan nasional.

Hingga kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah mencatat laba bersih Rp38,3 miliar dengan total aset Rp15,1 triliun. Bank tersebut juga mencatat lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar.

Read Entire Article
Food |