Bank Jakarta Targetkan Jadi Financial Operating System Ibu Kota

15 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Jakarta menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan ekonomi ibu kota. Bank Jakarta menargetkan bisa menjadi penghubung berbagai elemen pembangunan melalui sistem keuangan yang inklusif dan terintegrasi.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo mengatakan, tantangan Jakarta saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik dan teknologi, tetapi juga keterhubungan antara masyarakat, pelaku usaha, investor, dan pemerintah.

“Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi. Yang masih perlu diperkuat adalah keterhubungan antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat,” kata Agus dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Agus, berbagai BUMD telah menjalankan fungsi strategis dalam mendukung kehidupan perkotaan. MRT Jakarta berperan dalam sistem mobilitas warga, Transjakarta menyediakan layanan transportasi publik, sedangkan PAM Jaya mengelola layanan air bersih.

Dalam ekosistem tersebut, Bank Jakarta ingin mengambil peran sebagai penghubung sektor keuangan yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

“Bank Jakarta ingin menjadi financial operating system bagi Jakarta, yang menghubungkan berbagai peluang dan kebutuhan masyarakat dalam satu ekosistem keuangan yang terintegrasi,” ujar Agus.

Untuk mendukung visi tersebut, Bank Jakarta akan memperluas inklusi keuangan agar lebih banyak masyarakat dapat mengakses layanan keuangan formal secara mudah dan aman. Perusahaan juga berfokus memperkuat dukungan terhadap UMKM melalui akses pembiayaan, digitalisasi usaha, dan pengembangan pasar.

Selain itu, Bank Jakarta akan memperluas akses pembiayaan perumahan melalui program housing inclusion guna membantu masyarakat memperoleh akses hunian yang lebih terjangkau.

Di sisi lain, Bank Jakarta juga menempatkan penguatan iklim investasi sebagai salah satu fokus utama. Menurut Agus, pembangunan kota membutuhkan dukungan investasi yang berkelanjutan dan tidak dapat hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.

“Peran Bank Jakarta bukan sekadar menghimpun dana dan menyalurkan kredit, tetapi menjadi penghubung antara warga, UMKM, pemerintah, dan investor dalam satu ekosistem kota,” katanya.

Agus berharap peran tersebut dapat memperkuat konektivitas ekonomi Jakarta sekaligus mendukung transformasi ibu kota menjadi kota global yang lebih inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Food |