Bantuan Kemanusiaan Indonesia Disalurkan ke Pengungsi Palestina di Perbatasan Tepi Barat

1 day ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BALQA -- Matahari terik di langit Ash-Shunah al-Janubiyah. Panasnya tak membuat berkeringat. Udara justru terasa sejuk, khas lembah di musim dingin. Meski begitu, suhu di Balqa masih lebih bersahabat dibandingkan provinsi Yordania lainnya, karena wilayah ini berada di dataran rendah dekat tepian Sungai Yordan.

Sebuah truk logistik terparkir di jalan kecil depan Islamic Charity Center Society (ICCS). Para relawan menurunkan kardus-kardus bantuan, sementara di sisi kiri halaman, puluhan warga telah berbaris rapi menunggu giliran. Sebagian besar dari mereka adalah para ibu rumah tangga. Mereka datang dengan langkah tertahan, menutupi tubuh dengan jaket tipis yang tak cukup menahan angin musim dingin.

Kamp Pengungsi Palestina Tertua 

Kamp pengungsi ini merupakan tempat singgah pertama bagi warga Palestina yang melarikan diri dari Tepi Barat, terutama dari wilayah Jericho. Puluhan tahun berlalu, dan kini sekitar 40 ribu jiwa menetap di kawasan ini. Sebagian besar hidup dari pekerjaan kasar di kebun-kebun milik warga Yordania dengan upah hanya satu dinar per jam. Upah yang jauh dari layak untuk menopang kebutuhan sehari-hari. Karena itu, bantuan dari lembaga kemanusiaan sangat mereka nantikan.

Konsorsium Kebaikan Indonesia menyalurkan 200 paket bahan pangan, 200 paket perlengkapan musim dingin, serta 400 paket makanan siap saji (6/1). Bantuan ini sangat dibutuhkan di tengah musim dingin yang perlahan memasuki puncaknya. Konsorsium terdiri dari enam lembaga filantropi Indonesia: Rumah Zakat, Masjid Nusantara, Sharing Happiness, Rumah Wakaf, Better Youth, dan Relawan Nusantara.

Ketua MUI Bidang Hublu dan  kerjasana Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, yang juga datang di lokasi distribusi mengatakan, kehadiran konsorsium lembaga kemanusiaan Indonesia menjadi sangat berarti. "Program seperti Food Basket for Palestine dan Winter Aid for Palestine tidak hanya meringankan beban hidup para pengungsi, juga menghadirkan kebahagiaan sesaat, terutama bagi anak-anak dan orang tua yang menerima santunan, hiburan, dan perhatian tulus dari para relawan." ujar guru besar UIN Jakarta itu. 

Satu per satu, para ibu maju menerima paket. Tidak jauh dari mereka, anak-anak membantu membawa bantuan perlengkapan musim dingin. Beberapa paket terlalu berat untuk dibawa sendiri oleh para penerima, terutama para ibu yang datang tanpa pendamping. Relawan Indonesia membantu mengangkat dan mengantar paket-paket itu hingga ke ujung gang. Di titik itu, para penerima menunggu jemputan–biasanya kerabat atau tetangga–untuk membawa bantuan tersebut menuju hunian sementara mereka.

Dari kamp Perbatasan Tepi Barat, Balqa, kehangatan dari Indonesia kembali hadir untuk membantu mereka melalui musim dingin yang menggigit.

Read Entire Article
Food |