Baterai Bukan Biang Kebakaran Mobil Listrik, Ini Penjelasan Pakar

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pakar kendaraan listrik menilai insiden kebakaran mobil listrik di Indonesia tidak berasal dari baterai. Hal ini sekaligus meluruskan persepsi publik yang kerap menyalahkan baterai sebagai sumber utama kebakaran.

Pendiri EVSafe sekaligus dosen National Battery Research Institute, Mahindra Gofar, mengatakan belum ada bukti kebakaran mobil listrik di dalam negeri dipicu baterai. Ia menegaskan, sebagian besar kasus justru berkaitan dengan faktor eksternal.

“Dari beberapa insiden yang terjadi, belum ada yang terbukti berasal dari baterai. Umumnya justru dipicu faktor eksternal, seperti sistem kelistrikan atau perangkat pengisian daya,” kata Gofar.

Gofar menjelaskan, publik masih kerap keliru memahami fenomena thermal runaway pada baterai kendaraan listrik. Dalam kondisi tersebut, api biasanya sulit dipadamkan dan berpotensi muncul kembali.

“Kalau itu thermal runaway, api tidak mudah padam dan ada risiko menyala lagi. Tapi beberapa kasus yang terjadi justru cepat dipadamkan, jadi indikasinya bukan dari baterai,” kata Gofar.

Ia mencontohkan insiden kebakaran mobil listrik DFSK Gelora E di ruas Tol JORR arah Cilandak menuju Ragunan pada 16 Januari 2026. Dalam kejadian itu, api dapat dipadamkan dalam waktu sekitar 20 menit.

Menurut Gofar, durasi pemadaman yang relatif cepat menjadi indikator kuat bahwa kebakaran tidak dipicu thermal runaway pada baterai.

“Kalau dari baterai, biasanya ada potensi menyala lagi atau re-ignition. Ini tidak terjadi. Jadi bukan thermal runaway menurut kacamata saya,” kata Gofar.

Gofar menambahkan, sejumlah faktor eksternal berpotensi memicu kebakaran, seperti sistem tegangan rendah, instalasi kelistrikan tambahan, hingga perangkat pengisian daya seperti wallbox atau charger.

“Pentingnya investigasi menyeluruh sebelum menarik kesimpulan yang bisa menyesatkan persepsi publik,” kata Gofar.

Sementara itu, Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, mengatakan perusahaan telah melakukan pemeriksaan internal terhadap kendaraan yang terbakar. Hasilnya, komponen utama sistem kelistrikan dan baterai dalam kondisi utuh.

Pemeriksaan mencakup battery pack, kabel tegangan tinggi, Power Distribution Unit (PDU), soket, dinamo motor, On Board Charger (OBC), dan Motor Control Unit (MCU).

“Baterai malah tidak kebakar dan kemarin kita buka ya alhamdulillah kondisinya bersih banget. Jadi makin meyakinkan bawasannya itu bukan konsleting atau mengalami thermal runaway atau kebakar. Ini (penyebab) benar benar dari faktor eksternal,” kata Cing Hok Rifin.

Read Entire Article
Food |