Belum Menyerah, Armada Global Sumud Berencana akan Kembali Tembus Gaza

1 day ago 3

Kapal Keiser yang akan dinaiki aktivis kemanusiaan dari Indonesia Wanda Hamidah bersama aktivis Global Sumud Flotilla lainnya bersandar di Pelabuhan Sidi Bou Said di Tunisia, Selasa (16/9/2025). Sebanyak 13 kapal GSF telah berlayar meninggalkan pelabuhan di Tunisia menuju perairan laut internasional Mediterania untuk menembus blokade Gaza. Wanda Hamidah menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) untuk mengikuti pelayaran akbar membuka koridor kemanusiaan ke Gaza bersama ratusan aktivis dan relawan dari puluhan negara. Wanda Hamidah menaiki kapal Keiser bersama 11 relawan dan aktivis dari Turki dan Tunisia dan beberapa negara lainnya. Kapal Keiser menjadi kapal terakhir yang berlayar dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia pada Selasa (16/9). Diperkirakan pelayaran mengarungi Laut Mediterania itu memasuki perairan Gaza selama 10 sampai 12 hari.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL — Koordinator Global Sumud Flotilla menyatakan, armada tersebut berencana untuk meluncurkan misi kemanusiaan terbaru menuju Gaza pada musim semi, dengan partisipasi internasional yang lebih luas. Kegagalan untuk menerapkan ketentuan gencatan senjata dan krisis kemanusiaan yang terus berlanjut di wilayah tersebut.

Berbicara kepada kantor berita Anadolu, Huseyin Durmaz mengatakan, kerangka kerja gencatan senjata Oktober menjanjikan masuknya ratusan truk bantuan kemanusiaan per hari ke Gaza. Meski demikian, pengiriman saat ini hanya berjumlah 40 hingga 50 truk setiap hari.

Durmaz mengatakan kepada Anadolu, jumlah truk yang memasuki Gaza lebih besar truk komersial ketimbang truk kemanusiaan. Menurut dia, penduduk Gaza kekurangan sarana keuangan untuk membeli barang setelah kehancuran yang meluas.“Kita berbicara tentang sebuah kota yang telah hancur total karena genosida,” kata dia. 

Durmaz beralasan, situasi tersebut membutuhkan misi internasional yang lebih besar dan terkoordinasi. Dia juga mengatakan, panitia berharap mobilisasi yang lebih luas dalam beberapa bulan mendatang, mengingat inisiatif dan koalisi baru bersiap untuk mengirimkan bantuan ke Gaza di tengah apa yang ia gambarkan sebagai kegagalan yang terus berlanjut untuk memenuhi kebutuhan warga sipil.

“Situasi ini berkembang karena gencatan senjata tidak dilaksanakan dan kebutuhan rakyat Gaza tidak terpenuhi,”kata dia.

Durmaz memperingatkan kebijakan Israel mungkin bertujuan untuk memaksa penduduk Gaza keluar dari wilayah tersebut.“Ini adalah sesuatu yang mendorong kami untuk berorganisasi, merencanakan, dan melaksanakan tindakan yang jauh lebih besar dan lebih kuat lagi,” kata dia, menurut laporan tersebut.

Read Entire Article
Food |