Petugas Puskesmas Kecamatan Menteng melakukan sosialisasi terkait penyakit hepatitis akut disela pelaksanaan posyandu di Kawasan Pemukiman Jalan Ayer 5, Menteng, Jakarta, Rabu (18/5/2022). Menurut dokter, penderita hepatitis B dan C boleh makan bersama, boleh berpelukan, dan itu tidak masalah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit hepatitis mungkin tak asing di telinga masyarakat, namun hingga saat ini eksistensinya masih kerap disalahpahami. Tak sedikit masyarakat percaya hepatitis B dan C dapat menular melalui makan bersama dan berpelukan. Apakah itu benar?
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastro entero-hepatologi sekaligus dosen di UGM, dr Fahmi Indrarti, mengatakan anggapan tersebut hanyalah mitos. Ia menjelaskan penderita hepatitis B dan C boleh makan bersama, boleh berpelukan, dan itu tidak masalah.
“Orang dengan hepatitis tidak perlu dijauhi ataupun menghentikan seluruh aktivitasnya. Hepatitis juga tidak hanya menyerang orang dengan gaya hidup tidak sehat, tetapi juga dapat dialami siapa saja, termasuk bayi yang tertular dari ibunya atau seseorang yang terpapar darah dan peralatan tidak steril,” kata dr Fahmi dalam keterangan tertulis, dikutip pada Rabu (12/8/2026).
Dokter Fahmi mengatakan hepatitis merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis. Meski demikian, hepatitis juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol, obesitas, obat-obatan, maupun penularan melalui makanan yang kurang terjaga kebersihannya.
Ia mengatakan virus hepatitis terdiri atas hepatitis A, B, C, D, dan E dengan cara penularan yang berbeda-beda. Misalnya, hepatitis A dan E menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Lalu, hepatitis B dan C menular melalui cairan tubuh, seperti paparan darah. Untuk hepatitis D hanya dapat menginfeksi seseorang yang telah mengalami hepatitis B dan dapat memperberat penyakitnya.
Di antara berbagai jenis hepatitis tersebut, hepatitis B dan C menjadi perhatian utama karena keduanya berpotensi berkembang menjadi infeksi kronis maupun kanker hati. Diperkirakan terdapat sekitar 6,7 juta penduduk Indonesia yang terinfeksi hepatitis B dan 2,5 juta penduduk yang terinfeksi hepatitis C.
“Yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah yang B dan C. Jumlahnya ada sekitar 6,5 juta yang terinfeksi hepatitis Bm dan 2,5 juta yang terinfeksi hepatitis C,” kata dr Fahmi.

5 hours ago
5





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533152/original/011571400_1773724986-view-delicious-goulash-with-herbs.jpg)







