BNC Pangkas Kredit Korporasi, Fokus Perkuat Pembiayaan Ritel

8 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) memangkas penyaluran kredit ke segmen komersial dan korporasi di tengah ketidakpastian ekonomi. Sebagai gantinya, perseroan memperkuat pembiayaan pada segmen konsumer dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih baik.

Hingga Semester I 2026, total kredit BNC tercatat Rp7,13 triliun atau turun 11,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,09 triliun. Penurunan tersebut terutama berasal dari kredit komersial dan korporasi sebagai bagian dari strategi optimalisasi portofolio dan peningkatan kualitas aset.

Sebaliknya, penyaluran kredit ke segmen konsumer dan UMKM meningkat 6,68 persen secara tahunan menjadi Rp5,8 triliun dari Rp5,44 triliun pada Semester I 2025. Dalam paparan kinerja, manajemen menyebut langkah tersebut ditempuh karena perseroan lebih berhati-hati menyalurkan kredit ke sektor komersial di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Direktur Utama BNC Eri Budiono mengatakan perseroan memilih mengedepankan pertumbuhan yang lebih selektif dengan tetap menjaga kualitas aset dan profitabilitas.

“Semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi kami untuk mengutamakan kualitas pertumbuhan, efisiensi operasional, serta pengelolaan risiko yang lebih disiplin telah memberikan hasil yang positif. Kami percaya fondasi yang kuat merupakan prasyarat utama untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Eri dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).

Strategi tersebut turut mendorong perbaikan kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto turun menjadi 2,99 persen dari 3,10 persen pada Semester I 2025. Sementara rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) meningkat menjadi 50,23 persen dari 41,27 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi profitabilitas, BNC membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp294,85 miliar pada Semester I 2026 atau tumbuh 6,81 persen secara tahunan. Pendapatan bunga bersih mencapai Rp1,11 triliun, sedangkan pendapatan berbasis komisi meningkat 6,77 persen menjadi Rp59,66 miliar.

BNC juga mencatat peningkatan transaksi melalui layanan QRIS. Jumlah transaksi melonjak 124 persen menjadi 267,4 juta transaksi, sementara pendapatan dari layanan tersebut meningkat 246 persen menjadi Rp25,8 miliar pada Semester I 2026.

Read Entire Article
Food |