BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY Didorong Sinergi Erat Perluas Literasi Jaminan Sosial

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan Bambang Joko Sutarto mendorong sinergi yang lebih erat antara BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY guna memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui kolaborasi tersebut, kedua institusi berupaya menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, memperkuat edukasi perlindungan sosial dan keuangan, serta memperluas jangkauan kepesertaan hingga ke sektor informal dan pelaku UMKM.

"Kolaborasi dengan perbankan membuka simpul baru dalam memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan," kata Bambang saat melakukan kunjungan kerja dan pertemuan dengan jajaran manajemen Bank BPD DIY di Yogyakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat memperkuat ekosistem perlindungan pekerja melalui sinergi antara layanan perbankan dan jaminan sosial ketenagakerjaan. Bambang menegaskan bahwa peningkatan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang yang perlu dikerjakan bersama oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor perbankan yang memiliki jangkauan luas hingga ke tingkat daerah.

"Kami ingin memastikan semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan sosial sebagai fondasi ketahanan ekonomi keluarga ketika menghadapi berbagai risiko kehidupan maupun risiko pekerjaan," ujarnya.

Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY tidak hanya berfokus pada perluasan kepesertaan, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan sosial secara berkelanjutan. Salah satu bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan adalah pelaksanaan program sosialisasi dan edukasi bersama kepada pekerja, pelaku UMKM, nasabah perbankan, hingga keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami juga melihat pentingnya pendampingan bagi ahli waris peserta yang menerima manfaat santunan. Dana santunan yang diterima perlu dikelola secara bijak agar dapat menjadi modal keberlanjutan kehidupan keluarga. Di sinilah sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan perbankan dapat memberikan nilai tambah melalui edukasi dan literasi pengelolaan keuangan," kata Bambang.

Selain penguatan literasi, pertemuan tersebut juga membahas pengembangan kerja sama layanan yang memungkinkan Bank BPD DIY menjadi salah satu kanal strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan kemudahan akses pendaftaran dan pembayaran iuran bagi masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY, Cahyaning Indriasari, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem perlindungan pekerja di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, dukungan jaringan layanan perbankan yang luas akan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses program BPJS Ketenagakerjaan sekaligus mendorong peningkatan kepesertaan dan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY diharapkan dapat memperkuat ekosistem perlindungan pekerja di daerah. Dengan dukungan jaringan layanan perbankan yang luas, akses terhadap program BPJS Ketenagakerjaan akan semakin mudah, sehingga mampu mendorong peningkatan kepesertaan sekaligus memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan di masyarakat," kata Cahyaning.

Ia menambahkan, kolaborasi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah peserta, tetapi juga bertujuan menghadirkan layanan yang lebih inklusif, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat nyata bagi pekerja. Dukungan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor perbankan, dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat terwujudnya perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja Indonesia.

Hingga April 2026, BPJS Ketenagakerjaan mencatat jumlah peserta mencapai 47,41 juta tenaga kerja yang terdiri atas 26,87 juta pekerja formal (PU), 13,87 juta pekerja informal (BPU), 5,96 juta pekerja jasa konstruksi, dan 0,71 juta pekerja migran Indonesia (PMI). Pada periode yang sama, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat kepada peserta sebesar Rp 24,3 triliun untuk 1,81 juta kasus klaim, serta menyalurkan Beasiswa Pendidikan senilai Rp 260,9 miliar kepada lebih dari 56 ribu anak peserta.

Bambang juga menyampaikan bahwa kehadiran kanal layanan yang dekat dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan inklusi perlindungan sosial ketenagakerjaan. Oleh karena itu, jaringan layanan dan kanal digital yang dimiliki Bank BPD DIY diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjangkau lebih banyak pekerja.

“Penguatan kerja sama dengan Bank BPD DIY juga kami harapkan akan mampu menghadirkan kemudahan pendaftaran dan pembayaran iuran melalui berbagai kanal layanan perbankan sehingga nantinya akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja akan semakin luas, mudah, dan inklusif," kata Bambang.

Read Entire Article
Food |