BRIN: Indonesia Prioritaskan Kemampuan Teknologi Nasional, Bukan Sekadar Produk Riset

4 hours ago 17

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa Indonesia saat ini memprioritaskan pembangunan kemampuan teknologi nasional yang komprehensif, alih-alih sekadar meningkatkan jumlah produk riset. Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan hal ini dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis.

Arif Satria menjelaskan bahwa fokus utama BRIN adalah membangun fondasi kemampuan di sektor-sektor vital. Sektor-sektor tersebut mencakup pangan, energi, kesehatan, air, pertahanan dan keamanan, lingkungan hidup, industri, serta kualitas sumber daya manusia.

Untuk menopang fondasi yang kokoh ini, BRIN telah menyiapkan ekosistem infrastruktur riset yang sangat memadai dan diakui secara global. Ekosistem ini mencakup berbagai fasilitas kelas dunia.

Menurut Satria, infrastruktur tersebut meliputi fasilitas reaktor nuklir, observatorium terbesar di Asia Tenggara, laboratorium genomik terbaik di kawasan, dan pusat komputasi kinerja tinggi yang masuk dalam daftar top 500 dunia. Kapasitas riset ini semakin diperkuat dengan beragam fasilitas pengujian canggih yang mencakup teknologi pesawat terbang, kereta api, roket, serta rekayasa maritim.

Terobosan Inovasi Energi dan Potensi Penghematan

Sebagai wujud nyata dari kemampuan teknologi tersebut, BRIN mencatatkan terobosan signifikan di sektor energi. Inovasi ini berpotensi mengurangi ketergantungan bangsa pada impor gas alam melalui penerapan teknologi Metal-Organic Framework (MOF).

"Berdasarkan perhitungan awal kami, teknologi ini berpotensi menghemat beban subsidi LPG sekitar Rp26 triliun (sekitar 1,4 miliar dolar AS) per tahun," ungkap Satria.

Selain di bidang energi, Indonesia juga meningkatkan kemampuan kedirgantaraannya. Salah satu proyek penting adalah satelit BRIN NEO-1 yang dijadwalkan meluncur pada awal tahun 2027. Satelit ini krusial untuk menghasilkan data citra satelit secara mandiri guna mendukung sektor pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, dan pengawasan maritim.

Persiapan SDM untuk Teknologi Masa Depan

Satria menekankan bahwa upaya pembangunan kemampuan ini tidak hanya terpaku pada teknologi yang ada saat ini, tetapi juga mempersiapkan perkembangan masa depan. Hal ini termasuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia untuk pemanfaatan energi nuklir di masa mendatang.

"BRIN harus mulai membangun kemampuan teknologi nuklir sekarang, sehingga ketika Indonesia memutuskan untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir, kita tidak akan memulai dari nol atau sekadar membeli teknologi," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kunci kemajuan sebuah bangsa. Menurut Presiden, penguasaan sains dan teknologi tidak terpisahkan dari kualitas pendidikan. Oleh karena itu, ia mengidentifikasi pendidikan sebagai fondasi paling vital untuk mengembangkan tenaga kerja yang unggul.

"Mengenai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan tentu menjadi fondasinya, yang paling penting dan fundamental," ujar Prabowo.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |