REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara tegas membantah kabar yang menyebutkan pihaknya telah memberikan persetujuan tambahan kuota produksi untuk PT Weda Bay Nickel (WBN) sebesar 25 juta ton. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan bahwa hingga saat ini persetujuan tersebut belum pernah diberikan.
“Ada isu Weda Bay dapat 25 juta ton tambahan. Nah, itu sampai sekarang Weda Bay itu kalau mengajukan iya, tetapi persetujuannya belum ada sampai sekarang,” ujar Tri Winarno ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis.
Tri menegaskan bahwa setiap perusahaan memang memiliki kebebasan untuk mengajukan tambahan kuota produksi setinggi-tingginya. Namun, ia memastikan bahwa pemerintah tidak serta merta memberikan persetujuan atas pengajuan tersebut. Pemerintah memegang prinsip bahwa sumber daya alam tidak boleh dihambur-hamburkan.
“Yang diajukan mau setinggi-tingginya silakan saja, tapi kan belum (disetujui) sampai sekarang. Tetapi berita sudah memperoleh itu kan seolah-olah sudah persetujuan kami (ESDM),” tegas Tri merespons pemberitaan yang beredar.
Rahasia Volume demi Stabilitas Harga
Lebih lanjut, Tri menyampaikan bahwa pemerintah secara sengaja tidak mengungkap volume kuota produksi nikel maupun batu bara kepada publik. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga komoditas di pasar internasional. “Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) kan ngomong, untuk angka susah kami ngomong kan gitu,” ujar Tri.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sendiri memprioritaskan relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bagi perusahaan-perusahaan yang membayar royalti tinggi. Bahlil juga memastikan bahwa terdapat perubahan kuota produksi melalui revisi RKAB, namun ia menolak untuk merinci besaran perubahan kuota yang diberikan.
Penolakan untuk mengungkap volume kuota produksi yang ditetapkan setelah revisi RKAB ini semata-mata bertujuan untuk mencegah gejolak harga komoditas di pasar internasional. “Karena begitu saya sampaikan (volumenya), harga bisa gejolak lagi. Itu bisa mempengaruhi harga dunia,” kata Bahlil.
Bahlil menegaskan bahwa harga komoditas pertambangan di Indonesia, baik nikel, batu bara, dan lain-lainnya, harus dijual dengan harga yang bagus. Terlebih, komoditas tersebut merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

5 hours ago
8







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533152/original/011571400_1773724986-view-delicious-goulash-with-herbs.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553455/original/015319200_1775973861-WhatsApp_Image_2026-04-12_at_12.56.06.jpeg)
