REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah mengubah cara manusia berinteraksi, membangun opini publik, hingga menggerakkan ekonomi kreatif. Di tengah derasnya arus digitalisasi, kemampuan berkomunikasi tidak lagi cukup bersifat verbal dan konvensional, tetapi harus strategis, berbasis data, dan adaptif terhadap platform digital.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Fakultas Komunikasi dan Bahasa menghadirkan Program Studi Ilmu Komunikasi (S1) sebagai ruang akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Program Studi Ilmu Komunikasi (S1) UBSI memiliki visi menjadi program studi unggul dan bermutu dalam bidang Ilmu Komunikasi berbasis teknologi komunikasi dan informasi untuk mendukung ekonomi kreatif pada tahun 2033. Visi ini menegaskan komitmen UBSI dalam mencetak lulusan yang tidak hanya piawai menyampaikan pesan, tetapi juga mampu merancang strategi komunikasi yang berdampak secara sosial dan ekonomi.
Kurikulum Adaptif Berbasis Teknologi dan Kreativitas
Keunggulan Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI terletak pada kurikulum yang dirancang adaptif terhadap perkembangan industri komunikasi. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori komunikasi klasik dan kontemporer, tetapi juga dibekali keterampilan praktis di bidang komunikasi digital, media baru, public relations, jurnalistik, periklanan, hingga komunikasi pemasaran terpadu.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI mengintegrasikan teknologi informasi dalam setiap proses pembelajaran. Mahasiswa dilatih memanfaatkan media digital, media sosial, dan platform komunikasi modern sebagai sarana membangun pesan yang efektif, etis, dan kreatif. Pendekatan ini menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan relevan dengan dunia kerja yang terus berubah.
Mendorong Peran Strategis Komunikasi dalam Ekonomi Kreatif
Ilmu Komunikasi memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif. Ide kreatif tidak akan bernilai tanpa komunikasi yang tepat sasaran. Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI menempatkan mahasiswa sebagai aktor penting dalam ekosistem kreatif, baik sebagai komunikator, content strategist, maupun kreator pesan digital.
Mahasiswa didorong untuk memahami bagaimana komunikasi dapat membangun citra merek, mempengaruhi perilaku konsumen, serta memperkuat identitas produk dan layanan kreatif. Melalui pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa dilatih merancang kampanye komunikasi digital, produksi konten kreatif, hingga strategi komunikasi untuk industri kreatif berbasis teknologi.
Sinergi Akademik dan Praktik Industri
Untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang aplikatif, Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI menjalin sinergi dengan dunia industri media, agensi komunikasi, perusahaan kreatif, dan lembaga publik. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti magang, praktik kerja lapangan, serta proyek kolaboratif yang mempertemukan teori akademik dengan realitas industri.
Pendekatan ini memperkuat kemampuan analitis, keterampilan teknis, dan etika profesional mahasiswa. Dengan dukungan dosen yang berpengalaman dan kurikulum yang aplikatif, mahasiswa dibimbing untuk menjadi komunikator profesional yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
Profil Lulusan yang Kompetitif dan Visioner
Lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi (S1) UBSI dipersiapkan untuk menghadapi persaingan global. Mereka dibekali kompetensi komunikasi strategis, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta kepekaan sosial yang tinggi. Kombinasi ini menjadi modal penting untuk berkiprah di berbagai sektor.
Peluang karier lulusan sangat luas, mulai dari praktisi public relations, jurnalis, content creator, social media strategist, copywriter, hingga konsultan komunikasi dan pelaku industri kreatif. Dengan pendekatan pendidikan yang berbasis teknologi dan kreativitas, lulusan UBSI memiliki daya saing yang kuat di era ekonomi digital.

9 hours ago
5








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344879/original/037827700_1757495713-Kota_Semarang.jpg)





