REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Pemkab Bandung Barat menyiapkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pasir Buluh di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat sebagai lokasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Konsep tersebut ditujukan untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus memanfaatkan kembali material yang masih memiliki nilai guna dan ekonomi.
TPST Pasir Buluh masuk dalam daftar 12 proyek infrastruktur terbaik dalam West Java Investment Challenge (WJIC) 2026, kompetisi penjaringan investasi yang diinisiasi Bank Indonesia Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Proyek yang terpilih dalam ajang tersebut dinilai memiliki potensi untuk ditawarkan kepada investor domestik maupun global.
Peninjauan lapangan atau on-site visit WJIC ke TPST Pasir Buluh berlangsung pada Rabu (16/9/2026) dan diterima langsung Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail. Jeje mengatakan WJIC bukan sekadar ajang penilaian proyek investasi, tetapi juga mempertemukan pemerintah daerah dengan pemangku kepentingan untuk membahas kesiapan proyek.
“Tapi merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan proyek-proyek yang memiliki kepastian, kesiapan, dan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Jeje.
Jeje mengatakan, Pemkab Bandung Barat siap mengembangkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di TPST Pasir Buluh bersama mitra investasi. Menurut dia, pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menangani persoalan sampah yang dihadapi daerah.
Ekonomi sirkular merupakan pendekatan yang berupaya mengurangi limbah dengan mempertahankan produk, bahan, dan sumber daya agar tetap digunakan selama mungkin dalam siklus ekonomi.
Dengan pendekatan tersebut, Jeje mengatakan pengelolaan sampah di Bandung Barat tidak hanya diarahkan untuk mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai diperlukan untuk mengembangkan konsep tersebut.
“Terlebih Kabupaten Bandung Barat yang memiliki karakteristik sebagai kawasan wisata, pertanian, permukiman, dan pusat pertumbuhan ekonomi,” ucap Jeje.
Pemkab Bandung Barat berharap TPST Pasir Buluh dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah secara terpadu dan mengurangi beban sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir. Pengelolaan tersebut juga berpotensi menghasilkan produk bernilai ekonomi, seperti refuse-derived fuel (RDF), material daur ulang, dan produk turunan lainnya.
Jeje mengatakan pengembangan TPST juga dapat membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan. Dengan demikian, proyek tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat pada aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.
“Dengan demikian, proyek ini menghadirkan manfaat yang seimbang antara aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial, sehingga investasi yang masuk nantinya tidak hanya memberikan keuntungan bagi investor, tetapi juga manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” ujar Jeje.
Jeje berharap kunjungan WJIC dapat memberikan gambaran mengenai kesiapan proyek TPST Pasir Buluh, mulai dari lokasi, dukungan pemerintah daerah, aspek teknis, hingga komitmen pemangku kepentingan.
“Kami juga terbuka terhadap berbagai masukan yang konstruktif agar proyek ini dapat semakin matang dan memberikan manfaat yang lebih besar di masa mendatang,” ujarnya.
Pemkab Bandung Barat juga menyatakan dukungan terhadap percepatan realisasi proyek investasi strategis melalui penyederhanaan proses perizinan, koordinasi lintas perangkat daerah, dukungan infrastruktur, serta penyelesaian berbagai kendala yang berpotensi menghambat investasi.
“Kami percaya bahwa kepastian dan kolaborasi merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan investor. Ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat investasi yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan Kabupaten Bandung Barat yang AMANAH (visi Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat),” kata Jeje.

2 hours ago
6















































