Bupati Magetan Apresiasi Penyaluran Jagung SPHP untuk Peternak Ayam

16 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN, – Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, mengapresiasi langkah Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog yang menyalurkan jagung dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penyaluran ini bertujuan membantu peternak ayam petelur di Magetan, di tengah situasi harga telur yang mengalami penurunan.

Bupati Nanik menyatakan bahwa Kabupaten Magetan menjadi daerah pertama yang mendapat dukungan Bapanas terkait jagung SPHP. "Ini sangat membantu karena saat ini harga telur turun sementara harga pakan naik," ujarnya saat menghadiri penyaluran jagung SPHP di Gudang Bulog Gulun, Kecamatan Maospati, Sabtu.

Bapanas menyalurkan sebanyak 7.700 ton jagung SPHP melalui Bulog Ponorogo untuk didistribusikan kepada peternak ayam petelur di Magetan. Jagung tersebut akan disalurkan melalui koperasi peternak seperti Koperasi Pindar Petelur Nasional (PPN) Magetan dan Koperasi Produsen Ternak Rakyat Magetan.

Direktur Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan, Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa penyaluran jagung dilakukan melalui lima koperasi peternak di Magetan dengan sistem distribusi berbasis aplikasi digital yang didampingi Bulog agar akuntabilitas terjaga.

Stabilitas Harga Telur dan Jagung

Program SPHP merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga telur dan pakan ternak. Saat ini harga jagung di tingkat peternak masih tinggi, mencapai Rp6.600 per kilogram, sementara harga telur ayam ras di Magetan turun menjadi sekitar Rp22.800 per kilogram, di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.

Bapanas juga menugaskan Bulog melakukan pengadaan jagung nasional untuk cadangan pemerintah dengan target mencapai 242 ribu ton tahun ini. "Cadangan pemerintah ditargetkan sampai 1 juta ton agar cukup menjaga stabilitas," kata Maino.

Kemitraan dan Produksi Telur

Pemerintah Kabupaten Magetan dan Bapanas juga membahas peluang kemitraan peternak lokal dengan daerah-daerah defisit telur seperti Maluku dan Papua, di mana harga telur mencapai lebih dari Rp30 ribu per kilogram. Data dari Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan menunjukkan produksi telur harian di wilayah tersebut surplus sekitar 81 ton, dengan 40 persen untuk kebutuhan lokal dan 60 persen dikirim ke luar daerah.

Perwakilan Asosiasi Peternak Telur Magetan, Surohman, menyatakan bahwa bantuan jagung SPHP sangat dinantikan peternak. "Kami berharap ke depan bisa terus bermitra dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain agar harga pakan dan harga telur bisa lebih stabil," katanya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |