Calon Jamaah Haji Jateng Lunasi Bipih 2026 Capai 102 Persen

11 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Sebanyak 34.522 calon jamaah haji asal Jawa Tengah telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Tahun 2026 hingga tahap kedua yang berakhir pada 9 Januari, menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah, Fitriyanto.

Fitriyanto menjelaskan bahwa pelunasan ini sudah mencapai 102 persen termasuk calon haji reguler dan cadangan. Proses selanjutnya adalah pemberkasan di kantor kementerian haji tingkat kabupaten dan kota sebelum dikirim ke kantor wilayah. Berkas-berkas tersebut akan dipersiapkan untuk pengajuan visa ke Kedutaan Besar Arab Saudi.

Menurutnya, target penyelesaian pemberkasan adalah awal Februari karena pengajuan visa akan dimulai pada 8 Februari. "Biasanya pagi berkas masuk, sore sudah terbit, jika tidak terlalu ramai dan tanpa kendala," ujarnya.

Calon jamaah haji dijadwalkan masuk asrama pada 21 April dan akan diberangkatkan ke Tanah Suci sehari setelahnya, yaitu pada 22 April 2026. Terdapat perubahan embarkasi bagi jamaah asal Jawa Tengah, yang kini dibagi antara Solo dan Yogyakarta.

Di Embarkasi Solo, terdapat 81 kelompok terbang (kloter) untuk 28.974 orang, sedangkan di Embarkasi Yogyakarta ada 9.320 orang dari 25 kloter. Jamaah dari Yogyakarta serta dari Kota dan Kabupaten Magelang, Purworejo, Kebumen, Temanggung, dan Wonosobo akan berangkat melalui Yogyakarta International Airport (YIA) dan transit di Hotel Ibis dan Novotel di Kulon Progo.

Persiapan Fisik dan Kesehatan

Fitriyanto mengingatkan calon jamaah haji untuk mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun ibadah. Ia menyarankan agar jamaah mempelajari manasik haji dengan bantuan KBIH, kyai, atau ketua pembimbing ibadah agar persiapan lebih maksimal.

Selain itu, menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan sehat selama ibadah haji sangat penting. "Olahraga yang teratur, jaga pola makan, pola hidup serta istirahat yang cukup," tambahnya. Calon jamaah juga diwajibkan vaksin polio dan meningitis sebelum berangkat, sementara vaksin influenza sifatnya masih pilihan.

Fitriyanto mengakui bahwa sebagai lembaga yang baru dibentuk, Kemenhaj Jawa Tengah masih mengalami kekurangan di beberapa bidang, baik SDM maupun infrastruktur, terutama dengan jumlah jamaah haji Jawa Tengah yang terbanyak kedua setelah Jawa Timur.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |