Cedera Sehari Sebelum Bertanding, Mahasiswa UNISA Bandung Sukses Jadi Juara I Street Boxing Amatir

6 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Cedera lutut yang dialami sehari sebelum pertandingan tak menyurutkan semangat Arya Pramudya A, mahasiswa Program Studi S1 Pariwisata Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Bandung, untuk tampil maksimal pada ajang Stand Up Fight dan Street Boxing Amatir 'Fighter Reborn Series 8th'. Berkat kerja keras dan tekad yang kuat, Arya berhasil meraih Juara I pada kejuaraan beladiri antar sasana, camp, tim, klub, dan komunitas terbuka se-Indonesia.

Prestasi tersebut menjadi buah dari proses latihan yang dijalani secara disiplin dan konsisten. Bagi Arya, motivasi terbesarnya adalah membuktikan potensi diri, membanggakan kedua orang tua, serta mengharumkan nama Universitas 'Aisyiyah Bandung melalui bidang yang ia tekuni.

Arya mengungkapkan persiapan menuju kompetisi dilakukan jauh hari sebelum pertandingan. Selain menjalani latihan fisik dan teknik secara rutin, ia juga menjaga pola makan, pola istirahat, serta melakukan evaluasi bersama pelatih untuk meningkatkan performa.

"Persiapan tentu tidak instan. Kuncinya ada pada konsistensi, disiplin, manajemen waktu yang baik, serta evaluasi rutin bersama pelatih. Saya ingin membuktikan bahwa dengan dedikasi dan kerja keras, kita bisa berkembang pesat di bidang yang kita tekuni," ujarnya.

Namun, tantangan terbesar justru datang menjelang pertandingan. Sehari sebelum bertanding, Arya mengalami cedera pada lutut kanan akibat intensitas latihan yang tinggi.

Kondisi tersebut sempat membuatnya khawatir karena rasa sakit semakin parah setelah menjalani terapi pertama. Beruntung, penanganan lanjutan yang dilakukan bersama tim berhasil memulihkan kondisinya sehingga ia tetap dapat bertanding keesokan harinya.

Menurut Arya, pertandingan bukan hanya tentang menghadapi lawan di arena, tetapi juga tentang mengalahkan rasa lelah, keraguan, dan tekanan yang muncul dari dalam diri sendiri. Baginya, kemenangan yang diraih bukan sekadar memperoleh sabuk juara, melainkan penghargaan atas seluruh proses panjang yang telah dilalui.

"Bagi saya, kemenangan ini bukan sekadar mendapat sabuk atau gelar Juara I, tetapi menjadi bukti bahwa tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Prestasi ini juga menguatkan rasa percaya diri saya untuk terus melangkah ke tingkat yang lebih tinggi," katanya.

Arya berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UNISA Bandung untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki tanpa takut menghadapi kegagalan. Ia meyakini bahwa setiap proses selalu menghadirkan tantangan, namun keberanian untuk memulai menjadi langkah awal menuju keberhasilan.

"Jangan ragu untuk mengejar bidang yang kita sukai. Mulailah dari langkah kecil dan nikmati setiap prosesnya. Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari pembelajaran. Saya yakin setiap mahasiswa UNISA Bandung memiliki potensi besar untuk bersinar di jalurnya masing-masing," kata Arya.

Read Entire Article
Food |