Cerita Henny Maria, Pedagang Kalibata yang Kiosnya Dibakar Matel: Trauma dan Rugi Ratusan Juta

1 day ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Henny Maria, salah satu pedagang di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, yang kiosnya dibakar dalam insiden penggeroyokan dan perusakan yang menewaskan mata elang (matel), mengaku belum mendapatkan ganti rugi. Akibatnya, dia dan puluhan pedagang yang kiosnya hancur lebur belum bisa kembali berdagang. 

Kepada Republika, Henny bercerita bagaimana sulitnya dia dan pedagang lain menyambung hidup selama tiga pekan terakhir. Dia sendiri mengaku merugi hingga Rp150 juta. Kiosnya pun amburadul karena dibakar. 

"Saya tidak punya biaya lagi untuk memperbaiki. Kemarin saja saya nekat meminjam uang dari bank dengan menggadaikan sertifikat rumah orang tua untuk membuka kios. Ayah saya saja masih narik Grab," kata Henny dengan mata berkaca-kaca saat mendatangi kantor Republika, Rabu (7/1/2026) malam.

Perempuan yang juga seorang chef itu berkata, saat ini dia dan puluhan pedagang yang menjadi korban pembakaran berharap segera mendapatkan bantuan.  "Sampai sekarang sudah tiga minggu tidak ada kejelasan kasus kami ini," ujar Henny.

Henny bercerita, dia dan sejumlah pedagang malah ada yang trauma untuk kembali ke kawasan Kalibata. Bahkan Henny mengaku berat badannya menyusut hingga lima kilogram karena kasus tersebut.

"Beberapa teman saya yang buka usaha di sana bermodal uang pensiun. Tiga minggu setelah kiosnya dibakar mereka tidak punya penghasilan. Bahkan ada yang hanya menyisakan baju di badan," ucap perempuan berhijab tersebut.

Pemilik warung Steak Twogether itu berharap para pedagang yang menjadi korban segera mendapatkan bantuan atau ganti rugi agar bisa kembali membuka usaha kembali. Selain itu, Henny berharap para pedagang mendapatkan dukungan moril, keadilan, dan perlindungan hukum sebagai warga negara. "Saya berharap ada dukungan moril, wali kota atau pejabat lain yang bisa datang memberikan dukungan kepada para pedagang," ucap dia.

Ganti rugi dari pemerintah diharapkan bisa turun cepat mengingat waktu terus berjalan. Apalagi para pedagang hanya mengandalkan kios di Kalibata untuk mencari nafkah.

"Ada yang kembali memaksakan diri berdagang dengan modal berutang. Bahkan ada yang berutang kepada koperasi yang pinjamannya besar," kata dia.

Selama tiga pekan pascakejadian, Henny mengaku wara-wiri untuk menyelesaikan kasus tersebut. Dia bertemu dengan beberapa pihak, termasuk memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada Jumat, 2 Januari 2026.

"Selama ini saya juga sempat mendapatkan ancaman. Namun, saya sudah mendapatkan pengamanan sementara dari polisi," kata dia.

Polisi Periksa Enam Saksi

Kepolisian memeriksa enam saksi terkait kasus pengeroyokan serta perusakan yang menewaskan penagih hutang atau mata elang (matel) di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis, 11 Desember 2025 malam. Polisi juga menyebutkan utang sepeda motor menjadi penyebab pengeroyokan dan perusakan tersebut.

Pemilik kendaraan, sampai dengan saat ini, belum menerima uang sepeserpun sehingga mengerahkan temannya untuk menagih. Namun, diketahui dua orang berinisial MET dan NAT yang bertugas menagih utang itu malah dikeroyok hingga meninggal dunia. 

Read Entire Article
Food |