Cerita WNI Rombongan Global Sumud Flotilla Berkelit dari Kejaran Kapal IDF Saat Misi Menuju Gaza

13 hours ago 8

Layar menunjukkan kondisi disalah satu kapal saat konferensi pers terkait update terkini relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) di Sasana Budaya Rumah Kita, Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta, Senin (18/5/2026). Sebanyak puluhan kapal kemanusiaan yang membawa sekitar 450 relawan dari berbagai negara saat ini tengah berlayar di Laut Mediterania dalam misi kemanusiaan untuk mendukung kemerdekaan dan perdamaian Palestina. Berdasarkan informasi terbaru, Angkatan Laut Israel mulai melakukan intersepsi terhadap kapal-kapal yang berupaya menembus blokade Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Delegasi Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza sempat dikejar kapal perang Israel Defense Forces (IDF) di perairan Mediterania, dekat Siprus. Salah satu delegasi Indonesia Herman Budiyanto mengatakan, kapal-kapal peserta misi melakukan manuver penghindaran untuk menghindari pengejaran.

“Ya, Alhamdulillah kita dari semalam sudah siaga untuk terus memantau pergerakan kapal-kapal, ada drone ya. Alhamdulillah malam sudah tidak ada (kapal), ada drone-drone saja. Kemudian pagi baru muncul adanya kapal, dua kapal perang dari IDF,” kata Herman dalam konferensi pers via zoom di Gedung filantropi Dompet Dhuafa, Senin, (18/5/2026).

Menurut Herman, kru kapal yang berpengalaman berhasil melakukan manuver sehingga kapal mereka lolos dari sasaran pengajaran. Ia menyebut seluruh peserta misi masih terus waspada terhadap kemungkinan ancaman lanjutan.

“Alhamdulillah, tim kami ini kapten, krunya luar biasa berpengalaman. Mereka bisa manuver melakukan penghindaran-penghindaran jauh dari sasaran pengejaran IDF tadi. Tentu, ini juga berkat pertolongan Allah, doa dari seluruh warga negara Indonesia sekalian di mana pun berada,” katanya.

Herman menjelaskan rombongan WNI memang berada di empat kapal berbeda. Soal komunikasi dengan rombongan WNI lainnya masih terbatas karena kondisi di lapangan.

Delegasi Indonesia lainnya Ronggo mengatakan, hingga saat ini belum terlihat lagi kapal militer di sekitar lokasi mereka. Namun, para relawan tetap berjaga secara bergantian.

“Pantauan sejauh titik ini nggak ada kapal tentara, tapi kami masih terus waspada sampai nanti malam mungkin ya Mas,” katanya. “Kami tetap waspada dan bikin shift untuk menjaga dan memantau.”

Kendati sempat dikejar kapal IDF, Herman dan Ronggo menegaskan rombongan tetap berkomitmen melanjutkan pelayaran menuju Gaza untuk menuntaskan misi kemanusiaan.

“Insyaallah kami tetap melaju ke Gaza apa pun yang terjadi. Ini belum seberapa dibanding penderitaan rakyat Palestina,” katanya mengakhiri.

Read Entire Article
Food |