Daftar Salah Hitung dan Kegagalan Trump-Netanyahu Taklukkan Iran

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Pernyataan terkini Presiden AS Donald Trump soal menunda serangan ke fasilitas listrik Iran berkebalikan dengan jargon-jargon kemenangan yang ia gembar-gemborkan sebelumnya. Alih-alih berhasil dengan cepat menaklukkan Iran, Trump justru terjebak dalam perang yang disebut untuk kepentingan Israel itu.

Sejumlah sasaran perang yang sempat ia sampaikan justru tak tercapai belakangan sementara lebih 1.500 warga Iran termasuk 200 lebih anak-anak syahid; seribu lebih warga Lebanon dibunuh Israel dalam agresinya melawan Hizbullah, sekutu Iran; dan fasilitas energi di seantero Teluk membara melonjakkan biaya energi dunia.

Salah satu alasan menyerang Iran, menurut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio adalah untuk keamanan Israel, sekutu AS. Menurutnya, Israel dan AS menyerang lebih dulu karena menduga Iran bakal melancarkan serangan ke entitas Zionis tersebut.

Serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari justru memenuhi sendiri ramalan tersebut. Belum pernah seharipun sejak itu wilayah Palestina yang dicaplok jadi negara Israel aman dari serangan rudal dan drone Iran. 

Belasan warga Israel dilaporkan tewas. Namun, bukan rahasia bahwa pemerintah Israel memberlakukan sensor ketat soal dampak serangan Iran. Serangan-serangan Iran hanya bocor kabarnya melalui pantauan di Yordania.

Pukulan paling telak dialami Israel saat rudal Iran berhasil membobol pertahanan udara “canggih” Israel di kota nuklir Dimona dan Arad, tetangganya. Gedung-gedung luluh lantak dan ribuan warga Israel dirumahsakitkan. 

Selepas serangan AS-Israel, alih-alih jadi negara aman, warga Israel terus-menerus dikagetkan sirine peringatan serangan rudal dan harus bolak-balik sembunyi ke bunker.

Yang juga tak disangka Israel, Hizbullah yang merupakan sekutu Iran ternyata ikut menyerang Israel, membatalkan gencatan senjata yang tercapai tahun lalu. Menghadapi serangan itu, Israel kembali memulai operasi militer ke selatan Lebanon yang saat ini sudah menelan nyawa sekitar seribu orang.

Israel juga memulai operasi darat masuk ke wilayah Lebanon, tindakan yang bakal menguras sumber daya manusia dan keuangan negara Zionis tersebut.

Koresponden Aljazirah di Yordania melaporkan, orang-orang di Israel semakin terbiasa dengan rutinitas sehari-hari yang dilatari bunyi sirine. Mereka harus terus berlari ke tempat perlindungan, melihat rudal masuk, intersepsi, dan kebakaran di sana-sini. 

Di bagian utara, hal tersebut terjadi hampir sepanjang waktu. Mereka hampir tidak mendapat kesempatan begitu keluar dari bunker untuk beristirahat sebelum berlari masuk kembali. 

Gagal gulingkan rezim...

Read Entire Article
Food |