Kapal-kapal kargo terlihat di Teluk Persia dekat Pulau Qeshm di provinsi Hormozgan, Iran, 23 Desember 2011 (diterbitkan ulang 20 Maret 2026). 70% pengiriman maritim di Selat Hormuz telah menurun sejak ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat pada 28 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Iran pada Jumat (17/4) menyatakan Selat Hormuz kini dibuka untuk pelayaran komersial selama sisa masa gencatan senjata 10 hari di Lebanon yang menghentikan pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut pengumuman tersebut melalui media sosial.
Namun, ia menegaskan blokade angkatan laut AS terhadap kapal yang keluar atau masuk pelabuhan Iran tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan damai dengan Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan melalui platform media sosial X bahwa selat tersebut, yang merupakan jalur vital transportasi minyak dan gas global, telah “dinyatakan sepenuhnya terbuka” melalui rute terkoordinasi yang sebelumnya diumumkan Iran.
Trump mengeklaim Iran telah sepakat untuk “tidak akan pernah” menutup jalur pelayaran penting tersebut lagi. “Selat itu tidak akan lagi digunakan sebagai senjata terhadap dunia,” tulisnya. Ia juga menambahkan Iran, dengan bantuan AS, tengah menyingkirkan ranjau laut di kawasan tersebut.
Meski rincian pembukaan kembali selat masih belum jelas, kontrak berjangka utama minyak mentah AS turun lebih dari 10 persen hingga di bawah 90 dolar AS per barel (sekitar Rp 154.241) setelah pernyataan menteri luar negeri Iran, yang disampaikan sehari setelah gencatan senjata yang didukung AS antara Israel dan Lebanon mulai berlaku.
Sebelumnya, sebagian besar Selat Hormuz diblokir oleh Iran sejak dimulainya serangan oleh AS dan Israel pada akhir Februari.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga memimpin tim negosiasi negaranya, menyatakan klaim Presiden AS tidak akurat.
“Presiden AS membuat tujuh klaim dalam satu jam, yang semuanya tidak benar,” katanya dalam unggahan di X.
Ia menegaskan selat tersebut tidak akan tetap terbuka jika blokade angkatan laut AS terus berlanjut.
sumber : ANTARA

2 hours ago
3
















































