Dapat Nomor Urut 2, Jona Usung Kolaborasi dan Persatuan di Munas Hipmi

5 hours ago 1

Pengambilan nomor urut calon ketum BPP Hipmi di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kontestasi calon ketua umum BPP Hipmi memasuki fase penentuan setelah pengundian nomor urut digelar di Jakarta, Jumat (24/4/2026). Momentum ini sekaligus menjadi penegasan arah komunikasi kandidat dalam membangun dukungan jelang Munas XVIII Hipmi.

Salah satu calon, Ade Jona Prasetyo mendapatkan nomor urut 2 dalam pengundian tersebut. Pengambilan nomor urut berlangsung di tengah kehadiran pengurus daerah dari berbagai wilayah. Jona didampingi sejumlah Ketua Umum BPD Hipmi dari Sumatera hingga Papua.

Dalam konteks kontestasi, nomor urut kerap dimaknai sebagai simbol pesan politik kandidat. Angka 2 oleh tim Jona ditafsirkan sebagai representasi kolaborasi dan pendekatan yang merangkul berbagai kepentingan di tubuh organisasi.

Usai pengundian, Jona mengatakan, nomor urut tersebut menjadi simbol kebersamaan dalam membangun organisasi ke depan. “Nomor 2 ini bukan sekadar angka, tapi simbol bahwa kita berjalan beriringan. Mari bersatu, dengan energi baru untuk Hipmi selamanya. Kita maju bersama,” kata Jona.

Ia menegaskan, kontestasi ini bukan sekadar kompetisi personal, tetapi momentum memperkuat organisasi secara nasional. Menurut dia, peran daerah menjadi kunci dalam menentukan arah Hipmi ke depan.

“Hipmi adalah rumah besar kita semua. Saya ingin memastikan bahwa semua daerah merasa memiliki, merasa didengar, dan menjadi bagian dari perjalanan besar ini,” kata Jona.

Dukungan dari pengurus daerah terlihat dalam suasana pengundian yang diwarnai kehadiran ratusan pendukung. Mereka menyuarakan dukungan secara terbuka di lokasi acara.

Sejumlah pengurus BPD menilai Jona memiliki pendekatan komunikasi yang dekat dengan daerah. Ia dinilai mampu menjembatani kepentingan pusat dan daerah dalam organisasi.

Ketua Tim Pemenangan Jona, Sona Maesana, mengatakan integritas menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi. Menurut Sona, Hipmi perlu menghadirkan program yang menjawab kebutuhan anggota secara konkret.

“Setiap program harus melahirkan solusi konkret bagi akses usaha, permodalan, jejaring, dan pertumbuhan bisnis,” kata Sona.

Read Entire Article
Food |