Dari Ekoteologi hingga Sekolah Garuda, Kemenag Percepat Reformasi Madrasah

1 week ago 18

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) terus mempercepat reformasi madrasah melalui penguatan kebijakan berbasis riset, inklusivitas, digitalisasi, serta pengembangan satuan pendidikan unggulan.

Sepanjang 2025, arah transformasi madrasah ditegaskan tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian lingkungan, dan kesiapan bersaing di tingkat global.

Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah mencatat, reformasi ini ditopang oleh berbagai instrumen kebijakan strategis, mulai dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), penguatan ekoteologi, hingga peluncuran Sekolah Garuda Transformasi pada madrasah unggulan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan madrasah kini diposisikan sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perubahan global tanpa kehilangan akar nilai keislaman.

“Madrasah hari ini tidak hanya menguatkan karakter keagamaan, tetapi juga membuktikan daya saing akademik di tingkat nasional dan global,” ujar Amien di Jakarta, Kamis (1/1/2025).

Dari sisi kurikulum, Kemenag mendorong penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai fondasi pembelajaran madrasah. Kurikulum ini telah melalui enam kali uji coba, disosialisasikan di 34 provinsi, serta menjadi rujukan dalam sejumlah regulasi kurikulum madrasah.

Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khadijah, menjelaskan bahwa KBC dirancang untuk membangun keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan karakter.

“Prestasi siswa harus sejalan dengan penguatan nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kepedulian lingkungan,” ucap Nyayu.

Penguatan ekoteologi diwujudkan melalui pengembangan madrasah adiwiyata. Hingga 2025, tercatat 1.826 madrasah adiwiyata sebagai baseline nasional, dengan proyeksi penambahan sekitar 642 madrasah setiap tahun.

Selain itu, KSKK Madrasah juga menginisiasi penanaman 50 ribu bibit pohon di madrasah negeri dan swasta sebagai bagian dari edukasi lingkungan berkelanjutan.

Read Entire Article
Food |