Tonny Rivani
Politik | 2026-08-23 00:12:47
Gambar Ilustrasi : Foto Baznas ri
Opini - Di tengah situasi yang masih diliputi konflik, warga Gaza, Palestina, menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang diperingati pada Senin (17/8/2026). Momen tersebut menjadi simbol persahabatan sekaligus ungkapan terima kasih atas dukungan dan bantuan kemanusiaan yang selama ini diberikan Indonesia kepada rakyat Palestina. Dilansir dari RadarNews.Online_22/8/2026.
Salah satu bentuk solidaritas itu ditunjukkan oleh seorang pria di Gaza. Dalam sebuah lokasi yang dipenuhi reruntuhan bangunan akibat konflik, pria tersebut mengibarkan bendera Merah Putih berdampingan dengan bendera Palestina sebagai simbol persahabatan dan harapan. Di lokasi yang sama, tampak mural bergambar kedua bendera beserta ucapan selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia yang dilukis di dinding reruntuhan.
Ucapan selamat HUT ke-81 RI dari Gaza menjadi simbol eratnya persahabatan antara Indonesia dan Palestina. Melalui pengibaran bendera Merah Putih dan Palestina serta mural kedua bendera di tengah reruntuhan, tersampaikan rasa terima kasih atas solidaritas Indonesia sekaligus harapan agar Palestina juga dapat merasakan kemerdekaan dan perdamaian di masa depan.
Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga kesempatan untuk meneguhkan nilai kemanusiaan dan solidaritas terhadap sesama. Di tengah suasana kemerdekaan Indonesia, ucapan selamat dari anak-anak yatim piatu di Gaza, Palestina, menghadirkan pesan yang menyentuh sekaligus bermakna.
Bagi anak-anak Gaza, kemerdekaan bukan sekadar perayaan atau upacara. Kemerdekaan merupakan harapan untuk hidup aman, mendapatkan pendidikan, bermain tanpa rasa takut, serta memiliki masa depan yang layak. Ucapan mereka kepada bangsa Indonesia menunjukkan bahwa hubungan kemanusiaan dapat melampaui batas negara, agama, dan jarak geografis.
Pesan tersebut juga mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa kemerdekaan yang dirasakan hari ini lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan besar. Para pendahulu bangsa berjuang untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan. Karena itu, semangat kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui kepedulian terhadap bangsa-bangsa lain yang masih menghadapi penindasan dan konflik.
Ucapan selamat dari anak-anak yatim piatu Gaza juga mencerminkan kuatnya hubungan emosional antara rakyat Indonesia dan Palestina. Selama bertahun-tahun, masyarakat Indonesia telah menunjukkan dukungan melalui bantuan kemanusiaan, doa, penggalangan dana, serta berbagai aksi solidaritas. Dukungan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap penderitaan manusia tidak mengenal batas wilayah.
Namun, solidaritas tidak cukup hanya dengan rasa iba. Masyarakat perlu terus membangun kesadaran, menyebarkan informasi yang benar, serta mendukung upaya kemanusiaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Gaza. Anak-anak Palestina berhak mendapatkan makanan, tempat tinggal, layanan kesehatan, dan pendidikan yang layak.
Walhasil, ucapan selamat Hari Kemerdekaan Indonesia dari Gaza bukan hanya sebuah pesan seremonial. Ucapan itu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas: kebebasan, keamanan, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Dari Gaza, anak-anak yatim piatu Palestina menyampaikan salam kepada Indonesia. Dari Indonesia, sudah semestinya kita membalasnya dengan doa, kepedulian, dan tindakan nyata. Semoga kemerdekaan Indonesia menjadi inspirasi bagi terwujudnya kemerdekaan dan perdamaian bagi Palestina.
Pantun : “Lentera Harapan untuk Gaza”
By Tonny Rivani
Ke laut dalam membawa lentera;
Cahayanya menembus malam gulita;
Gaza terluka menahan derita;
Namun harapan tak pernah sirna.
Burung merpati terbang ke awan
Membawa pesan melintasi dunia;
Di balik tangis dan kehancuran;
Martabat manusia tetap menyala.
Menanam zaitun di tanah gersang;
Akarnya teguh mencengkeram bumi;
Meski tertindas oleh perang;
Jiwa yang merdeka tak mudah mati.
Air zamzam mengalir perlahan;
Jernih berkilau di celah batu;
Derita bukan akhir kehidupan,;
Keadilan kelak menemukan jalan itu.
Bulan purnama di langit tinggi;
Cahayanya lembut menyentuh kalbu;
Wahai Gaza, tabahlah berdiri;
Dunia yang sadar berjalan bersamamu.
Ke taman sunyi memetik delima;
Merah warnanya laksana bara;
Walau dunia menutup mata;
Kebenaran tetap mencari suara.
Ombak berulang memeluk pantai,
Tak jemu kembali walau terluka.
Kebebasan mungkin jauh tercapai,
Namun tak pernah jauh dari doa.
Dari Indonesia salam dikirimkan,
Menyeberangi angin dan samudra.
Gaza, penderitaanmu kami rasakan,
Naṣrum Minallāhi Wa Fathun Qarīb
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

8 hours ago
6





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547403/original/034869900_1775458279-pexels-crysnet-14537683.jpg)


