Personel Polri berusaha membubarkan pengunjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). Aksi unjuk rasa yang menuntut audit terhadap seluruh kegiatan Pemprov Kalimantan Timur serta menghentikan praktik politik dinasti hingga praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di daerah tersebut berakhir ricuh. (FOTO : ANTARA FOTO/Angga Palguna)
Masa aksi membentangkan poster saat unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). Unjuk rasa yang di ikuti 3.000 masa aksi yang terdiri dari mahasiswa, ormas dan masyarakat adat tersebut menuntut audit terhadap seluruh kegiatan Pemprov Kalimantan Timur serta menghentikan praktik politik dinasti hingga praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di daerah tersebut. (FOTO : ANTARA FOTO/Angga Palguna)
Masa aksi terlibat adu dorong dengan polisi saat unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). Unjuk rasa yang di ikuti 3.000 masa aksi yang terdiri dari mahasiswa, ormas dan masyarakat adat tersebut menuntut audit terhadap seluruh kegiatan Pemprov Kalimantan Timur serta menghentikan praktik politik dinasti hingga praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di daerah tersebut. (FOTO : ANTARA FOTO/Angga Palguna)
Pengunjuk rasa menarik kawat berduri saat unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). Aksi unjuk rasa yang menuntut audit terhadap seluruh kegiatan Pemprov Kalimantan Timur serta menghentikan praktik politik dinasti hingga praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di daerah tersebut berakhir ricuh. (FOTO : ANTARA FOTO/Angga Palguna)
REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026).
Aksi unjuk rasa yang menuntut audit terhadap seluruh kegiatan Pemprov Kalimantan Timur serta menghentikan praktik politik dinasti hingga praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di daerah tersebut berakhir ricuh.
Unjuk rasa di ikuti 3.000 massa aksi yang terdiri dari mahasiswa, ormas dan masyarakat adat.
sumber : Antara Foto

4 hours ago
5















































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455219/original/006121400_1766639015-IMG-20251002-WA0019.jpg)

