REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di balik kata kunci "Pulau Derawan" dan "Maratua" yang sering trending di X sebagai surga tersembunyi dengan penyu hijau raksasa, air sebening kaca, dan spot diving manta ray kelas dunia, Kabupaten Berau di Kalimantan Timur sedang menjalani transformasi besar: dari ketergantungan pertambangan batu bara menuju ekonomi berkelanjutan berbasis pariwisata bahari yang memukau.
Kepulauan Derawan, salah satu destinasi andalan Berau, menawarkan keindahan bawah laut yang masuk jajaran terbaik dunia. Airnya yang jernih memungkinkan wisatawan snorkeling atau diving menyaksikan langsung ribuan spesies ikan warna-warni, terumbu karang yang masih alami, serta penyu hijau dan penyu sisik langka yang berenang bebas.
Pulau Derawan sendiri menjadi pintu gerbang utama, di mana pagi hari sering kali penyu raksasa naik ke pantai untuk bertelur, menciptakan momen magis yang tak terlupakan bagi pengunjung.
Sementara itu, Pulau Maratua membawa pengalaman lebih eksklusif dan menakjubkan. Menginap di resort overwater bungalow langsung di tepi tubir pantai terasa seperti mimpi: bangun pagi dengan suara ombak lembut, langsung melompat ke laut biru tua yang dalamnya mencapai ratusan meter, atau menyaksikan sunset spektakuler sambil dikelilingi ikan manta ray raksasa yang meluncur anggun, salah satu spot terbaik di Indonesia untuk bertemu biota langka ini. Keindahan Maratua yang masih perawan membuatnya semakin digemari wisatawan mancanegara yang mencari ketenangan sejati.
"Salah satu prioritas utama pembangunan Berau 2026 ini adalah pengembangan sektor pariwisata, sebagai bagian dari transformasi ekonomi daerah," ujar Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Realisasi APBD 2025 dan Strategi Pelaksanaan APBD 2026 di Tanjung Redeb.
Bupati menekankan bahwa Berau memiliki potensi pariwisata besar, terutama di kawasan Kepulauan Maratua dengan ekosistem laut dan daya tarik wisata berkelas dunia. Dukungan akses seperti Bandara Maratua yang sudah beroperasi diharapkan membuka peluang lebih luas untuk menarik wisatawan domestik maupun internasional, sehingga promosi perlu terus digencarkan oleh instansi terkait.
Ia mendorong semua pihak untuk serius dalam transformasi ekonomi melalui pengembangan pariwisata. Pengelolaan yang baik tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tapi juga mendongkrak pendapatan kampung di sekitar destinasi serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Dalam rapat tersebut, bupati juga memberikan apresiasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang mencapai realisasi fisik 100 persen, yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bapelitbang, Dinas Perkebunan, serta Kecamatan Teluk Bayur. Capaian ini diharapkan dipertahankan dan menjadi motivasi bagi OPD lain untuk mengoptimalkan realisasi di tahun 2026.
"Visi pembangunan pada 2026 ini dijabarkan melalui 18 program unggulan yang dilaksanakan secara bertahap, menyesuaikan dinamika anggaran dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," katanya.
Di antara program tersebut adalah penguatan Pejuang Sigap Sejahtera untuk membangun kampung, bantuan seribu laptop untuk guru beserta wifi gratis, beasiswa, BPJS Kesehatan gratis, bantuan langsung tunai bagi masyarakat kurang mampu, serta pengembangan destinasi wisata.
sumber : Antara

1 day ago
6














































