Dor! Aparat Federal Tembak Dua Warga di Portland, FBI Turun Tangan

19 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam situasi operasi penangkapan, aparat penegak hukum berhak mengambil langkah untuk melindungi diri dan lingkungan sekitarnya apabila tersangka atau sasaran tangkap menunjukkan potensi nyata untuk melakukan tindakan berbahaya.

Petugas imigrasi federal menembak dan melukai dua orang di luar sebuah rumah sakit di Portland, Oregon, pada Kamis (22/2). Insiden ini terjadi sehari setelah seorang petugas menembak dan membunuh seorang pengemudi di Minnesota.

Kekhasan FBI Amerika dalam operasi penegakan hukum terletak pada kewenangan dan cakupannya yang luas. Sebagai badan investigasi federal utama, FBI memiliki yurisdiksi atas kejahatan lintas negara bagian dan federal, seperti terorisme, kejahatan siber, dan korupsi tingkat tinggi. Mereka sering terlibat dalam operasi yang kompleks dan sensitif dengan koordinasi antar-lembaga yang ketat, sebagaimana diberitakan Associated Press.

Kantor FBI Portland mengumumkan sedang menyelidiki "penembakan yang melibatkan agen" yang terjadi sekitar pukul 14.15. Menurut Kepolisian Portland, petugas awalnya menanggapi laporan penembakan di dekat sebuah rumah sakit.

Beberapa menit kemudian, polisi menerima informasi bahwa seorang pria yang tertembak meminta bantuan di lokasi lain yang berjarak beberapa mil. Petugas pun menuju ke lokasi tersebut dan menemukan dua orang dengan luka tembak. Polisi memastikan bahwa mereka terluka dalam baku tembak dengan agen federal. Kondisi keduanya belum diketahui secara pasti.

Ketua Dewan Kota Portland, Elana Pirtle-Guiney, menyatakan dalam rapat dewan bahwa penembakan terjadi di bagian timur kota dan dua warga Portland terluka. “Sejauh yang kami ketahui, kedua individu ini masih hidup dan kami berharap akan ada kabar terbaru yang lebih positif sepanjang sore ini,” ujarnya.

Penembakan ini terjadi sehari setelah seorang petugas Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) menembak dan membunuh seorang wanita di Minnesota. Insiden ini meningkatkan ketegangan di kota yang sudah memiliki hubungan kompleks dengan pemerintahan Presiden Donald Trump, termasuk upayanya baru-baru ini yang gagal untuk mengerahkan pasukan Garda Nasional di kota tersebut.

Polisi Portland mengamankan dua lokasi terkait insiden tersebut, tempat penembakan dan area tempat korban ditemukan, untuk keperluan penyelidikan.

“Kita masih berada di tahap awal penyelidikan insiden ini,” kata Kepala Polisi Bob Day.

“Kami memahami emosi dan ketegangan yang dirasakan banyak orang setelah penembakan di Minneapolis, tetapi saya meminta masyarakat untuk tetap tenang sementara kami berupaya untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.”

Read Entire Article
Food |