Erick Thohir Serahkan Mekanisme Suporter Tandang kepada Liga dan Klub, Keselamatan Jadi Prioritas

2 weeks ago 40

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan, penentuan mekanisme kehadiran suporter tandang dalam kompetisi sepak bola Indonesia sepenuhnya menjadi kewenangan operator liga bersama klub peserta. Menurut Erick, keputusan tersebut harus tetap mengedepankan aspek keselamatan agar tragedi kelam di Stadion Kanjuruhan tidak pernah terulang.

Larangan suporter tandang di Indonesia menjadi salah satu kebijakan yang lahir setelah Tragedi Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2022. Insiden seusai pertandingan Arema FC melawan Persebaya itu menewaskan 135 orang dan melukai ratusan lainnya akibat kepanikan di dalam stadion. Peristiwa tersebut juga berujung pada sanksi dari FIFA serta mendorong berbagai pembenahan tata kelola sepak bola nasional.

Empat tahun setelah tragedi tersebut, Erick menegaskan bahwa PSSI telah memberikan ruang kepada operator liga dan klub untuk menentukan kebijakan terkait suporter tandang sesuai kondisi di lapangan.

"Kami sudah bicara kepada liga bahwa liga bersama klub yang bisa menentukan seperti apa mekanisme suporter," kata Erick Thohir Jumat (7/8/2026) di Jakarta.

Erick menjelaskan, PSSI telah mendorong adanya keterbukaan sesuai rekomendasi FIFA. Namun, implementasinya harus mempertimbangkan dinamika suporter di Indonesia yang berbeda-beda di setiap daerah. Karena itu, operator liga dan klub dinilai paling memahami karakteristik pendukung masing-masing sehingga dapat mengambil kebijakan yang tepat.

Ia menilai keselamatan seluruh pihak harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan. Menurut Erick, jangan sampai kebijakan yang diambil justru memicu situasi yang membahayakan dan kembali menelan korban jiwa.

Erick mengingatkan bahwa Tragedi Kanjuruhan telah meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus memastikan setiap suporter dapat menikmati pertandingan dan kembali ke rumah dengan selamat.

"Kita tidak mau ada kejadian Kanjuruhan terulang lagi. Kita harus pastikan suporter pulang ke rumah dengan selamat," ujarnya.

Selain menghindari jatuhnya korban jiwa, Erick juga mengingatkan bahwa keputusan yang tidak mengutamakan aspek keselamatan berpotensi menimbulkan konsekuensi bagi sepak bola Indonesia, termasuk kemungkinan mendapat sanksi dari FIFA di masa mendatang.

Ia menegaskan PSSI telah menyerahkan sepenuhnya mekanisme pengaturan suporter tandang kepada operator liga dan klub. Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil harus disertai tanggung jawab penuh terhadap konsekuensi yang muncul.

"Kami sudah lepas. Silakan mekanisme dari liga dan klub masing-masing mengatur konsekuensi dari kebijakan tersebut," kata Erick. 

Read Entire Article
Food |