Eropa Pasang Badan Hadapi Ancaman AS Caplok Greenland

1 day ago 5

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON – Para pemimpin Eropa secara dramatis menyatakan sikap bersama mendukung penguasaan Denmark atas Greenland. Hal ini setelah salah satu pembantu utama Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS mungkin saja berupaya merebut Greenland lewat agresi militer.

Dilansir the Guardian, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz, menyatakan bahwa Greenland – wilayah semi-otonom kerajaan Denmark – “milik rakyatnya”. Ini sebuah teguran yang jarang keluar dari Eropa kepada Gedung Putih. 

“Ini adalah tanggung jawab Denmark dan Greenland, dan hanya mereka saja, yang memutuskan masalah terkait Denmark dan Greenland,” kata ketiga pemimpin tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, yang dibuat bersama dengan perdana menteri Denmark, Italia, Polandia dan Spanyol.

Malam harinya, Starmer mengulangi dukungan Inggris untuk Denmark pada konferensi pers di Paris yang dihadiri oleh utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantu laki-lakinya, Jared Kushner. “Saya sudah sangat jelas mengenai posisi saya, posisi pemerintah Inggris,” kata pemimpin Inggris itu. 

Namun, karena ingin menghindari memperdalam keretakan transatlantik, Starmer, Macron dan Merz memilih untuk fokus membuat komitmen keamanan baru ke Ukraina, pada sebuah acara yang bertujuan untuk meningkatkan dukungan bagi Kyiv yang direncanakan sebelum krisis Greenland pecah.

Deklarasi Eropa ini muncul sebagai tanggapan atas tuntutan baru AS untuk mengambil alih wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri setelah Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap oleh militer AS. Pada Senin malam, ketika diminta untuk tidak menggunakan kekerasan, wakil kepala staf kebijakan presiden AS yang berpengaruh, Stephen Miller, mengatakan “tidak ada seorangpun yang akan melawan Amerika Serikat secara militer demi masa depan Greenland”.

Dalam wawancara dengan CNN, Miller mengatakan intervensi militer tidak diperlukan untuk menguasai Greenland karena populasinya yang kecil.

Sehari sebelumnya, Trump mengatakan bahwa AS “sangat membutuhkan Greenland”, sehingga memperbaharui ketakutan akan invasi AS ke pulau yang sebagian besar otonom tersebut dalam upaya untuk mengambil kendali atas minyak, gas, dan logam tanah jarang ketika lapisan es di kutub mencair. 

Hal ini memicu kekhawatiran di Denmark. Perdana Menteri Mette Frederiksen mengatakan bahwa serangan terhadap Greenland akan berisiko runtuhnya aliansi militer NATO. “Ini akan jadi akhir dari segalanya,” kata dia dalam pernyataan resmi.

Artikel NATO mensyaratkan seluruh anggotanya membela jika ada salah satu yang diserang secara militer. Artinya serangan AS yang juga anggota NATO bakal secara otomatis membubarkan pakta pertahanan tersebut.

Pernyataan itu kemudian diikuti dengan upaya diplomasi yang intens, yang berujung pada pernyataan bersama para pemimpin Eropa yang mendukung Kopenhagen, yang dikeluarkan sebelum pertemuan puncak internasional di Paris yang membahas jaminan keamanan bagi Ukraina. 

Para pemimpin Eropa menekankan bahwa keamanan di Arktik harus dicapai secara kolektif dengan sekutu-sekutu NATO, bukan oleh AS yang mengambil kendali atas wilayah anggota NATO lainnya. 

“NATO telah memperjelas bahwa kawasan Arktik adalah prioritas dan sekutu Eropa akan mengambil tindakan,” kata pernyataan itu. “Kami dan banyak sekutu lainnya telah meningkatkan kehadiran, aktivitas, dan investasi kami, untuk menjaga keamanan Arktik dan mencegah musuh.”

Read Entire Article
Food |