Santri pondok pesantren membawa Alquran saku (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stereotip generasi muda yang kerap dianggap abai terhadap nilai keagamaan terpatahkan. Riset terbaru Kementerian Agama (Kemenag) justru menunjukkan Generasi Z (Gen Z) tampil sebagai generasi paling toleran dalam kehidupan beragama dibanding generasi lainnya.
Tak hanya itu, survei juga mengungkap Gen Z memiliki kemampuan membaca Alquran tertinggi. Temuan tersebut terungkap dalam Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 yang dilakukan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag bekerja sama dengan Alvara Strategic Research.
Survei ini memotret dinamika kehidupan beragama umat Islam secara nasional. Pada indikator sikap tidak membubarkan kegiatan keagamaan aliran atau organisasi lain, Gen Z mencatat indeks 80,03, tertinggi dibanding generasi Milenial, Generasi X, maupun Baby Boomers.
Secara keseluruhan, indeks pengamalan toleransi Gen Z berada di angka 79,65, lebih tinggi dibanding Milenial (79,07) dan Baby Boomers (78,63), serta hanya terpaut tipis dari Generasi X (79,67).
Indikator toleransi tersebut mencakup sikap menerima pelaksanaan ibadah agama lain, tidak mencela, tidak melakukan persekusi, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian.
Peneliti Alvara Strategic Research Lilik Purwandi menilai temuan ini mencerminkan kedewasaan sikap Gen Z dalam menyikapi perbedaan.
“Data ini menunjukkan Gen Z memiliki kedewasaan sikap yang luar biasa dalam menghargai perbedaan. Mereka adalah generasi yang paling menolak praktik persekusi atau pembubaran kegiatan keagamaan pihak lain,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenag, Selasa (6/1/2026).

5 days ago
2













































