Gencatan Senjata Iran-AS Retak, Israel Terus Menyerang, Apa yang Terjadi?

14 hours ago 14

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang baru berjalan hitungan hari mulai menunjukkan retakan serius. Di saat Washington dan Teheran sama-sama mengklaim kemenangan, realitas di lapangan justru memperlihatkan sebaliknya: konflik belum benar-benar berhenti, bahkan berpotensi meluas.

Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam percakapannya dengan Presiden Donald Trump menyambut gencatan senjata tersebut sebagai peluang penting menuju perdamaian. Namun, ia juga mengingatkan bahwa momentum dua pekan ini sangat rapuh dan dapat runtuh jika tidak dikelola secara hati-hati.

Di atas kertas, gencatan senjata tampak menjanjikan. Iran bahkan mengajukan proposal 10 poin yang mencakup penghentian agresi, pengakuan hak pengayaan uranium, hingga pencabutan sanksi. Namun, di balik kerangka diplomasi itu, ketegangan justru terus meningkat.

Diplomasi yang Belum Satu Bahasa

Masalah utama bukan hanya pada isi kesepakatan, tetapi pada perbedaan persepsi antar pihak. Seorang pejabat senior AS menyebut proposal Iran tidak sepenuhnya sejalan dengan apa yang disepakati Washington.

Perbedaan tafsir ini menjadi sinyal awal bahwa diplomasi berjalan di atas fondasi yang belum solid. Bahkan sebelum negosiasi lanjutan dimulai, rasa saling percaya sudah tergerus, sebagaimana diberitakan TRT World.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, secara terbuka mempertanyakan komitmen Amerika. Ia menyebut dasar kesepakatan telah dilanggar dan menilai pembicaraan lanjutan menjadi “tidak masuk akal”.

Tiga hal yang dipersoalkan Teheran cukup serius: serangan yang masih berlangsung di Lebanon, pelanggaran wilayah udara Iran oleh drone, serta penolakan hak Iran dalam pengayaan uranium.

Jika benar, ini bukan sekadar pelanggaran teknis, melainkan indikasi bahwa gencatan senjata belum sepenuhnya menjadi kesepakatan bersama, tetapi masih sebatas kesepahaman yang dipaksakan.

Read Entire Article
Food |