'Gencatan Senjata Macam Apa Ini?' Israel Kembali Bunuh 23 Warga Gaza

3 weeks ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Sebanyak 23 warga Gaza syahid dan puluhan lainnya terluka dalam serangan Israel yang berlangsung sejak Rabu dini hari. Ini adalah serangan besar-besaran kedua sejak Board of Peace yang semestinya membawa perdamaian ke Gaza diresmikan dua pekan lalu.

Gelombang baru serangan udara Israel menargetkan lingkungan Tuffah dan Zeitoun di Kota Gaza, bagian selatan Khan Younis dan al-Mawasi. Wilayah-wilayah tersebut berada di dalam area yang seharusnya menjadi zona aman. 

Serangan-serangan ini telah menewaskan sedikitnya 23 orang, termasuk enam anak-anak, enam wanita dan satu paramedis Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina, yang terbunuh saat mengevakuasi korban luka dari al-Mawasi. 

Secara rinci, sumber medis di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa melaporkan warga syahid dan terluka dalam pemboman Israel yang menargetkan tenda-tenda pengungsi di Deir al-Balah, di mana dua warga Palestina, salah satunya adalah anak-anak, menjadi syahid di sebelah timur kota.

Di Khan Younis, tiga warga Palestina syahid dalam pemboman yang menargetkan sebuah tenda di kawasan Khan Younis. Helikopter Israel pertama-tama menargetkan tenda tersebut, dan kemudian sebuah drone mengebom awak ambulans saat mereka sedang mengangkut korban luka.

Rumah Sakit Nasser juga menerima tiga syuhada akibat penembakan artileri yang menargetkan rumah-rumah di daerah Qizan Rashwan, selatan kota, yang berada di luar kendali pendudukan.

Di Kota Gaza, empat warga Palestina dari keluarga Haboush syahid dalam pemboman artileri yang menargetkan rumah-rumah di jalan Yafa, Sikka dan Hajar di lingkungan Al-Tuffah, sebelah timur kota, yang merupakan wilayah di luar kendali tentara pendudukan.

Dua wanita dan seorang anak juga syahid akibat tembakan artileri yang menargetkan sebuah tenda di Taman Al-Mahatta di lingkungan Al-Tuffah.

Rumah Sakit Al-Shifa menerima jenazah tiga  syuhada yang tewas akibat tembakan artileri di "Jalan 10" di lingkungan Al-Zaytoun, tenggara kota, sebuah daerah yang juga berada di luar kendali pendudukan.

Aljazirah melaporkan masyarakat di Jalur Gaza takut berada di jalan karena serangan-serangan ini tidak dapat diprediksi dan terjadi tanpa peringatan. Tidak ada komentar resmi dari militer Israel mengenai berapa lama kekerasan terbaru ini akan berlanjut, sehingga semua orang di sini berada dalam keadaan panik.

Seorang gadis berusia 11 tahun syahid dalam serangan Israel terhadap sebuah tenda di Deir el-Balah, menurut kantor berita Palestina WAFA. MEdia itu melaporkan gadis tersebut, Ghada al-Razayna, dan ayahnya, Ali al-Razayna, syahid dalam pemboman tersebut. 

Read Entire Article
Food |